Mobil Bau Apek saat Musim Hujan, Ini Solusinya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sudah dua hari ini hujan mengguyur Jakarta, membuat para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat berkendara. Air bisa membuat ban jadi licin, dan mengganggu pandangan ke arah luar.

Tak hanya itu, kabin mobil juga berpotensi mengalami bau apek. Hal ini disebabkan oleh lembapnya udara di dalam kendaraan.

Uap air yang dikandung udara kabin bisa bertambah, misalnya saat pengemudi atau penumpang masuk dalam kondisi kebasahan.

Selain membuat kaca jadi berembun, uap air tersebut juga menimbulkan bau tidak sedap karena menempel pada interior yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap cairan.

Jika dibiarkan, tentu efeknya tidak baik. Pengemudi maupun penumpang menjadi tidak betah karena harus menghirup bau tidak enak itu.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Seva.id, Kamis 6 Mei 2021, air juga bisa masuk ke dalam kabin saat hujan turun, apabila kaca dibuka.

Untuk mengatasinya bukan perkara susah, cukup buka kaca jendela selama beberapa saat dan biarkan udara luar bersirkulasi di dalam kabin.

Hal ini idealnya dilakukan saat matahari sedang bersinar terik, sehingga panas bisa mengusir uap air yang ada di interior.

Penyebab lain dari munculnya bau apek, yakni kondisi saluran AC yang sudah kotor dan jarang dibersihkan. Debu yang bercampur air bisa menumpuk di kisi-kisi pendingin, sehingga lama-lama menjadi jamur.

Cara lain untuk mengatasi munculnya bau adalah dengan memasang penjernih udara atau penyerap kelembapan. Taruh di area kabin dan selalu periksa kondisinya, jika sudah penuh air maka ganti dengan yang baru.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel