Mobil Bermesin Besar Enggan Gunakan Pertamax

Bandarlampung (ANTARA)- Pengendara mobil bermesin cc besar di Bandarlampung enggan menggunakan pertamax setelah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi itu kembali naik dari Rp9.350/liter menjadi Rp9.550/liter.


Berdasarkan pantauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bandarlampung, Senin, pengendara mobil mewah kini mulai banyak mengisi tangki kendaraannya dengan premium, meski di halaman SPBU itu terpampang spanduk yang menganjurkan penggunaan pertamax.


Misalnya di SPBU di kawasan Terminal Rajabasa Bandarlampung, mobil bermesin besar diatas 2.000 cc juga mengantre di tempat pengisian premium bersama mobil bermesin kecil lainnya.


Di SPBU di kawasan Perumnas Wayhalim Bandarlampung juga terjadi hal yang sama, yakni kendaraan pribadi bermesin besar makin enggan menggunakan pertamax dan mereka memilih menggunakan premium.


Kenaikan harga pertamax juga berdampak terhadap sebagian pengendara motor. Jika sebelumnya mereka menggunakan pertamax agar daya mesin motornya lebih besar, kini menggunakan premium karena harganya lebih terjangkau.


"Harga pertamax mahal sekali. Dulu saya pakai pertamax, sekarang tidak lagi. Sekarang ini mobil mewah pun kini pakai premium," kata Mino, salah satu pengendara motor.


Ia menyebutkan menghabiskan dana Rp15.000 membeli premium untuk keperluan seminggu.


"Kalau beli pertamax, tidak sampai 2 liter," katanya.


Penjualan pertamax di sejumlah SPBU umumnya mengalami penurunan pascakenaikan harga BBM itu.


"Sejak kenaikan harga, penjualan pertamax di SPBU ini menurun," kata pengawas SPBU Telukbetung, Agus.


Ia mengatakan, penurunan akibat mahalnya harga pertamax sehingga banyak masyarakat beralih ke premium.


"Harga pertamax terlalu mahal, jadi masyarakat yang biasa menggunakan pertamax sekarang beralih ke premium," katanya.


Sebelumnya, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan konsumsi pertamax dan pertamax plus pada periode Januari-Maret 2011 mencapai 24.837 kiloliter atau turun 37,65 persen dibandingkan pada periode sama 2010 hanya 39.837 kiloliter.


Menurut dia, semakin tingginya harga pertamax membuat konsumsi cenderung turun.



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.