Mobil Buatan Indonesia Bakal Semakin Mendunia

Yunisa Herawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Produk otomotif Indonesia bukan hanya jadi jago kandang saja, berbagai jenis dan merek mobil serta motor yang dibuat di dalam negeri juga dikapalkan ke puluhan negara.

Angka produksi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di Tanah Air setiap tahunnya mencapai lebih dari 1 juta unit, namun bisa dimaksimalkan hingga lebih dari 2 juta unit.

Sayangnya, pandemi yang melanda sejak tahun lalu membuat jumlah tersebut harus turun hingga 45 persen. Hal ini, kata Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi bisa menimbulkan dampak yang sangat besar.

Saat ini, perakitan dan penjualan produk otomotif di Indonesia melibatkan lebih dari 3 juta tenaga kerja. Namun karena minat pembelian menurun, maka produsen memiliki banyak stok di gudang.

“Stok itu dikurangi dengan cara memberi insentif agar orang mau belanja. Kalau seumpama tidak ada insentif dan stok masih banyak, mereka (produsen) akan menutup pabriknya,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Sabtu 27 Februari 2021.

Insentif yang dimaksud, yakni penghapusan sementara pajak barang mewah atau PPnBM untuk kendaraan bermotor. Langkah ini akan mulai berlaku pada awal Maret 2021, namun hanya untuk beberapa model dan tipe saja.

Syarat yang diajukan Kementerian Keuangan agar bisa masuk dalam daftar pembebasan PPnBM, yakni mobil berpenggerak dua roda, kapasitas mesin maksimal 1.500cc, dibuat secara lokal, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN minimal 70 persen.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga sedang melobi beberapa negara baru, agar bersedia membeli mobil buatan Indonesia.

“Terutama dengan negara-negara yang memiliki perjanjian dengan Indonesia. Contohnya Australia, yang mempunyai 1,2 juta konsumsi mobil per tahunnya. Indonesia sekarang menikmati nol persen dari pasar tersebut,” tuturnya.

Mendag mengaku sedang berbicara dengan pihak prinsipal di Jepang, untuk memastikan bahwa pabrik-pabrik mereka yang ada di Indonesia mendapat alokasi ekspor mobil ke Australia.

“Bayangan saya, 2021 ini targetnya adalah Australia. Pada tahun berikutnya, saya ingin mobil-mobil kita ini bisa menembus pasar di utara Afrika yang berbahasa Prancis,” ungkapnya.