Mobil layanan penukaran uang pecahan baru hadir di Pasar Slipi

Mobil layanan penukaran uang pecahan baru dari Bank Indonesia hadir di Pasar Slipi, Pal Merah, Jakarta Barat selama satu minggu.

"Mobil pelayanan hadir di tempat kita selama satu minggu. Ini hari terakhir," kata Kepala Pasar Slipi, Hendra Silalahi saat ditemui di lokasi pasar, Jumat.

Hendra mengatakan mobil itu sengaja dihadirkan di lokasi strategis seperti pasar agar mudah dijangkau warga yang ingin menukarkan uang dari pecahan lama ke pecahan baru.

Menurut Hendra, mobil pelayanan itu dibuka sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Selama itu pula, Hendra mengakui banyak warga yang antusias ingin menukarkan uang pecahan lama dengan pecahan baru.

"Bukan hanya warga biasa yang datang tukar uang, pedagang sini juga ada yang menukarkan uang pecahan baru," jelas dia.

Hendra pun mengaku mengapresiasi upaya pemerintah dengan menaruh mobil pelayanan penukaran uang.

Dia berharap upaya tersebut dapat membantu pemerintah menyebarkan peredaran uang pecahan baru dengan cepat.

Salah satu warga yang mengantre untuk menukarkan uang bernama Helmi mengaku senang dengan layanan mobil keliling ini.

Dia mengaku ingin menukarkan uang dengan pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. Namun sebelum melakukan penukaran, Helmi melakukan pendaftaran terlebih dahulu di website yang tersedia.

"Kita daftar dulu mas di pintar.bi.go.id. Habis itu ada keterangan lokasi penukaran terdekat," kata Helmi.

Setelah itu, mereka yang sudah mendaftar lewat website akan mendapatkan tiket penukaran uang di gerai yang sudah ditentukan. Nominal penukaran uang pun hanya dibatasi hingga Rp1 juta.

Untu diketahui, Bank Indonesia telah mengeluarkan uang kertas jenis pecahan baru dengan nominal
Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.

Ada beberapa hal yang membedakan pecahan uang yang dengan pecahan yang baru saja diterbitkan Bank Indonesia ini.

Jika uang pecahan baru ini diterawang, terlihat nominal angka sesuai dengan nilai uang namun tanpa tiga nol di belakang koma.

Contohnya pecahan nominal Rp.100.000. Jika diterawang, terdapat angka 10 di balik gambar pahlawan di lembaran uang tersebut.

Hal yang sama juga ditemukan di uang pecahan Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.
Baca juga: BI siapkan uang Lebaran Rp202,7 triliun, naik 31,2 persen
Baca juga: Antusiasme tinggi, Bank Indonesia akan perluas penggunaan PINTAR
Baca juga: Realisasi penukaran uang baru mencapai Rp172 triliun