Mobil LCGC Harus Minum Pertamax!

OTOSIA.COM - Pengguna mobil murah ramah lingkungan akan diwajibkan menggunakan bahan bakar dengan oktan 92 ke atas atau dalam hal ini Pertamax. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi.

"Peraturannya (LCGC) akan segera terbit. Pemerintah akan mengatur bahwa spesifikasi mesin standar untuk konsumsi bensin RON 92. Dalam hal ini, Agen pemegang merek harus ikut aturan tersebut jika terlibat di proyek LCGC," ujarnya di Jakarta.

Tidak disebutkan apakah hal ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan mesin yang akan diproduksi pada merek-merek yang sudah siap dengan produk mobil murahnya. Pasalnya, sejumlah produsen sudah mulai menunjukkan produk mereka, seperti halnya Astra-Toyota-Daihatsu dengan Agya dan Ayla.

Yang menjadi pertimbangan, mobil murah ramah lingkungan tetap akan hemat walau mengonsumsi BBM RON 92 atau non-subsidi. Karena perbandingan bahan bakar dan jarak tempuhnya di kisaran satu liter untuk 22 km.

Angka itu sendiri terbilang relatif, walaupun Astra Daihatsu Ayla dalam uji cobanya pernah mencapai rata-rata konsumsi 1lt/27 km. Hal ini dalam uji coba dilakukan dengan menghindari pedal gas dalam-dalam yang mengakibatkan putaran mesin tinggi.

Hal itu antara lain dengan mempertahankan kecepatan sekitar 50 km/h, dan di tikungan lambat sekitar 40 km/h. Ayla juga dilengkapi fitur Eco-Driving untuk menginformasikan apakah gaya berkendara sudah hemat bahan bakar.

Informasi itu disampaikan melalui multi-information display yang memberikan informasi jarak rata-rata, dan untuk mengetahui seberapa efisien penggunaan bahan bakar. Ini untuk Ayla, bagaimana dengan mobil LCGC dari Suzuki atau Honda, dan lainnya?

(kpl/why/bun)

Baca juga:

10 VIDEO IKLAN MOBIL PALING POPULER TAHUN 2012

8 FAKTA JADIKAN SUZUKI ERTIGA FENOMENAL DI TAHUN 2012

HONDA SIAPKAN 'VERZA' HARGA MURAH

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.