Mobil Mahal Laku Keras di Indonesia!

Penjualan mobil mewah dengan harga mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah di Indonesia tidak akan pernah surut dari pembeli. Sampai-sampai Komisaris Utama Indomobil, Soebronto Laras, menyatakan, semahal dan secanggih apapun teknologi mobil pasti ludes terjual di Indonesia.

Jadi, produsen mobil mewah tak perlu khawatir produknya tidak laris di Indonesia karena golongan masyarakat kelas atas makin antusias terhadap produk-produk mobil premium terbaru. Tak heran jika transaksi penjualan kendaraan kelas atas meningkat setiap tahun, dan menjadi indikasi antusiasme masyarakat Indonesia terhadap mobil-mobil premium.

"Mereka impor mobil mahal dan beberapa produk canggih sekalipun selalu habis. Seperti produk Italy, ada merah dan kuning, saya tidak sebut nama mereknya, begitu datang habis terjual. Mobil paling mahal dari Inggris juga begitu, habis," ujar Soebronto dalam sambutan peluncuran sedan coupe premium Audi A5 di Jakarta baru-baru ini. Meski Soebronto tidak menyebut brand, merek yang dimaksud adalah Ferrari dan Bentley.

Soebronto menambahkan, ada kelompok-kelompok orang kaya di Indonesia yang menjadi pasar potensial untuk penjualan mobil mewah, tinggal bagaimana kepintaran importir atau ATPM dalam menjalankan strategi marketing.

"Beberapa Minggu lalu saya diundang hadir dalam sebuah acara wine party. Kolektor wine dari seluruh Indonesia hadir, lalu membawa botol masing-masing. How good their collection, memperagakan wine yang paling baik. Saya terkaget-kaget, saya tanya sebotol berapa harganya, yang satu bilang US$ 20 ribu, satu lagi bilang US$ 5 ribu, ya semurah-murahnya US$ 2.000," ungkapnya.

"Katanya Indonesia adalah negara yang situasi ekonominya sulit, tapi inilah situasi riil dan kondisinya memang ada, yang kita hadapi sekarang. Ada niche market kayak begitu. Tidak heran mobil mewah yang mereka impor laku," tambah Soebronto.

Bahkan kata Soebronto, busana atau tas yang dikenakan harganya bisa lebih tinggi dari nilai jual mobil yang mereka naiki. Kalau mereka mampu mengeluarkan kocek hingga ratusan juta untuk sebuah tas, bisa dibayangkan berapa harga mobil yang sanggup mereka beli.

"Kalau ketemu ibu-ibu, saya liat ibu itu bawa tas apa, ternyata Birkin Hermes dari Perancis. Itu tas yang paling murah Rp 60 juta, yang mahal bisa Rp 700 juta, jadi bisa lebih mahal dari mobilnya. Kalau kita pergi ke Paris, yang antri butik Birkin itu orang Indonesia semua, yang booking juga orang Indonesia karena di Indonesia tidak ada, dan untuk beli Birkin di Perancis harus pesan 2 - 3 tahun. Kembali ke Hongkong atau Singapura, lagi-lagi yang beli Birkin banyak orang Indonesia," ungkapnya.

Tas Birkin dan Kelly produksi Hermes terkenal dengan desainnya yang mewah, dan tentu saja harganya selangit. Beberapa produk banderolnya bisa mencapai US$ 50.000 atau Rp 456 juta. Bahkan koleksi tas mewah Hermes terbaru edisi terbatas menembus angka Rp 18 miliar.

"Jadi percaya tidak percaya, inilah realitanya. Sekali lagi, jangan heran kalau mobil mewah yang diimpor bisa langsung habis. Makanya saya dengar, belum diluncurkan, 20 unit Audi A5 sudah sudah ludes dipesan," katanya.

Karena itu, kata Soebronto, kelompok Indomobil Grup terus mengikuti pergerakan dunia usaha dan dinamika konsumen, termasuk kelompok pembeli dari kalangan atas dan berduit. "Sebagai kelompok Indomobil, kami tidak berhenti untuk introduction produk-produk baru. Misalnya dengan memperkenalkan beberapa produk Audi terbaru, Q3, A4 dan A6."

"Jadi kita never stop. Karena ada segmen (mobil mewah) yang luar biasa. Jadi sebagai pelaku industri otomotif kita harus tahu, memiliki ide dan memasang strategi," pungkas Soebronto. (kpl/nzr/bun)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.