Mobil Mogok di Sarang OPM, Pasukan Siliwangi dan Diponegoro Ditembaki

·Bacaan 2 menit

VIVA – Empat prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengalami luka-luka akibat ditembaki kelompok separatis bersenjata OPM Papua, di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Prajurit TNI yang terluka itu merupakan pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI dengan Papua Nugini.

Mereka berasal dari Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista alias Garuda Merah dari Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro. Dan pasukan dari Batalyon Infanteri (Yonif) 310/Kidang Kencana milik Kodam III/Siliwangi.

Berdasarkan informasi yang diterima VIVA Militer, Rabu 19 Mei 2021, empat prajurit TNI yang terluka akibat ditembak itu yakni Sersan Kepala (Serka) Dian Hardiana dan Prajurit Kepala (Praka) Kuku Ismail dari Yonif 310/Kidang Kencana.

Lalu, Prajurit Satu (Pratu) Romi dan Sersan Dua (Serda) Sukrisdianto dari Yonif 403/Wirasada Pratista.

Pasukan Siliwangi dan Diponegoro diserang saat dalam perjalanan dari Oksibil ke Pos TNI Serambokan pada Selasa waktu setempat. Penyerangan terjadi malam hari sekira pukul 19:00 WIT.

Jadi ketika itu belasan prajurit TNI dari kedua batalyon menumpangi angkutan pedesaan untuk sampai ke Pos TNI dengan membawa kebutuhan pokok dari Oksibil. Nah di tengah perjalanan mobil yang mereka tumpangi mogok.

Sejumlah prajurit TNI pun turun dari mobil dan berusaha memperbaikinya. Namun, tak berapa lama suara tembakan terdengar dari hutan. Dan baku tembak pun tak dapat terhindarkan.

Memang kebetulan lokasi penyerangan yakni di wilayah Jembatan Kayu 2, Kampung Yapimakot, Distrik Serambokan, Pegunungan Bintang, merupakan salah satu basis OPM.

Keempat prajurit TNI mengalami luka tembak di bagian kaki dan sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oksibil, dan rencananya akan dievakuasi menuju Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis lebih baik.

Perlu diketahui, beberapa jam sebelum pasukan Siliwangi dan Diponegoro diserang dan ditembaki OPM di Pegunungan Bintang. Dua prajurit TNI dari pasukan elite Kostrad juga diserang orang tak dikenal.

Kedua prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 432/Waspada Setia Jaya itu gugur. Mereka diserang dengan senjata tajam oleh sejumlah orang tak dikenal di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Kedua prajurit ini merupakan Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) yang dikerahkan TNI ke wilayah Papua sejak Agustus 2020.

Baca: Darah Prajurit TNI Tumpah, OPM Serang Pasukan Siliwangi dan Diponegoro

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel