Mobil Senyum AKBP Memo Ardian Bantu Warga di Masa Pandemi

·Bacaan 3 menit
Jajaran Polrestabes Surabaya memberikan hadiah kepada warga yang taat prokes di depan mobil senyum.
Jajaran Polrestabes Surabaya memberikan hadiah kepada warga yang taat prokes di depan mobil senyum.

Jajaran Polrestabes Surabaya memberikan hadiah kepada warga yang taat prokes di depan mobil senyum.

VIVA – Sudah satu tahun lamanya pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, khususnya Surabaya. Sejak itu pula, berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisir penularannya.

Salah satu yang paling gencar disosialisasikan adalah penerapan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus mematikan ini. Demi menggugah kesadaran masyarakat, terdapat berbagai cara untuk mengkampanyekan protokol kesehatan.

Di berbagai daerah termasuk Surabaya, menerapkan sanksi bagi masyarakat pelanggar prokes, mulai tidak memakai masker hingga berkerumun. Sanksi itu diterapkan melalui razia yustisi setiap hari. Salah satu cara unik dilakukan oleh jajaran Polrestabes Surabaya. Demi menyadarkan masyarakat akan pentingnya penerapan prokes dalam aktivitasnya sehari-hari, mereka tidak menerapkan sanksi, tetapi memberi ganjaran hadiah kepada masyarakat yang sudah taat prokes.

Konsep itu sendiri diterapkan dengan Mobil Senyum Losdol #SehatmuSemangatku. Mobil Senyum ini diketahui saban harinya keliling Surabaya untuk membidik warga yang taat prokes. Warga yang kepergok menerapkan prokes, bakal diberi hadiah menarik. Dan bagi warga yang kedapatan belum memakai masker misalnya, hanya diberi masker.

Nah, Mobil Senyum Losdol #SehatmuSemangatku ini merupakan buah pikiran dari AKBP Memo Ardian, yang sekarang ini menjabat Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya. "Pastinya gagasan tersebut kami rumuskan dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir kemudian rekan senior, akhirnya tercetuslah mobil senyum ini," ungkap AKBP Memo Ardian, Kamis (18/2/2021).

Sebelumnya, tepatnya pada tanggal 15 Juli 2020, AKBP Memo mengajak aktor sekaligus komika Dodit Mulyanto sebagai brand ambasador, agar Mobil Senyum bisa dikenal luas oleh masyarakat Surabaya. Menurut Memo, Mobil Senyum Losdol itu bertujuan untuk menginspirasi masyarakat untuk menerapkan prokes sebagaimana yang telah diinstruksikan.

Alumni Akpol Tahun 2002 ini menambahkan, Mobil Senyum juga sebagai wujud trust building atau kepercayaan masyarakat terhadap polisi yang telah dibangun Polri. Mobil Senyum ini mengusung tagar #SehatmuSemangatku dengan tujuan menularkan semangat sehat kepada siapapun.

Mobil juga dirakit dengan tujuan sebagai ladang ibadah, yaitu membagikan sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi setiap Jumat. "Akhirnya kita kontinyu, salah satunya juga buat ladang ibadah nabung akhirat. Kita menyasar masyarakat menengah ke bawah, misalkan tukang parkir, penyapu jalan dan lainnya," beber perwira polisi asal Kabupaten Kediri ini.

Ditarik ke dalam konsep menuju Polri sebagai institusi yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan (PRESISI) yang diusung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Mobil Senyum mencukupi unsur tersebut.


"Berkaitan dengan kebijakan Bapak Kapolri kita yakni PRESISI, salah satu upaya melakukan prediktif, memprediksi sesuatu kemudian kita bisa mengambil langkah-langkah dengan menggunakan strategi atau karakteristik wilayahnya," ungkap Memo. Sebelum mencetuskan Mobil Senyum, Memo juga telah memprediksi bahwa saat pelaksanaan kegiatan punishment terhadap masyarakat, otomatis akan ada ketidakpercayaan masyarakat terhadap polisi.

"Selain kita melakukan penindakan, pencegahan juga kemudian kita melakukan preemtip yaitu memprediksikan itu upaya lain apa. Memberikan reward itu harapannya bisa menularkan kedisiplinan diri sehingga secara sadar masyarakat turut menerapkan protokol kesehatan tanpa dipaksakan," jelasnya.

Prestasi dan Jejak Karier

Memo Ardian dipercaya sebagai Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya melalui Telegram Kapolri tertanggal 26 April 2019. Dia sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag RENDIKLAT BAGDIKLAT Pusdik Gasum Lemdiklat Polri.

Setelah resmi bertugas di Polrestabes Surabaya, Memo menggeber tugasnya dengan membongkar jaringan narkotika internasional Iran dengan barang bukti 1 kwintal (100 kilogram) sabu hingga membongkar sindikat jaringan narkotika Malaysia-Madura dengan barang bukti 50 kg sabu.