Mobil Tangguh Buatan Amerika Bakal Hadir di Indonesia

·Bacaan 1 menit

VIVAMobil-mobil buatan Amerika Serikat banyak beredar di Indonesia pada era 1940-an, seperti Dodge, Chevrolet dan Cadillac. Beberapa bahkan menjadi kendaraan dinas Presiden Pertama RI, Soekarno.

Kini, hanya ada sedikit merek asal negara tersebut yang masih menawarkan produk andalannya di Tanah Air. Salah satunya yakni Jeep, merek otomotif yang tergabung dalam grup Stellantis.

Cheif Operating Officer DAS Indonesia Motor, Dhani Yahya mengatakan bahwa sejak pihaknya ditunjuk sebagai distributor resmi Jeep pada akhir tahun lalu, ada kenaikan permintaan akan mobil yang dikenal tangguh itu.

“Sejak DAS Indonesia Motor memegang lisensi dan distribusi Jeep di Indonesia pada akhir 2020 kemarin, dengan strategi yang diterapkan, kami melihat tren pertumbuhan bisnis yang positif,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip VIVA Otomotif Rabu 25 Agustus 2021.

Dengan kondisi tersebut, Dhani mengaku pihaknya sangat percaya diri untuk mendatangkan beberapa mobil baru ke Indonesia. Setidaknya ada dua model sport utility vehicle atau SUV yang saat ini sedang mereka siapkan.

“Selain tipe Jeep Wrangler dan Jeep Gladiator yang sudah hadir di pasar Indonesia, DAS Indonesia Motor berencana untuk menghadirkan Jeep Compass facelift 1.4L dan All New Jeep Grand Cherokee,” tuturnya.

Dhani mengungkapkan, model Compass terdahulu kurang mendapat respons dari masyarakat. Namun, kini model tersebut sudah diproduksi di India dan mendapat sambutan yang menggembirakan.

“Compass mungkin cukup belum sampai terlalu diperhatikan. Sekarang dengan diproduksi di India, mulai booming dan diterima cukup baik,” ungkapnya.

Selain Compass dan Grand Cherokee, mereka juga dikabarkan akan menghadirkan mobil baru yang bakal mengisi segmen SUV atas dan bersaing dengan Toyota Fortuner serta Pajero Sport, yakni Jeep Commander.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel