Mobil tenaga surya Sono Sion klaim sudah kumpulkan 20 ribu pemesanan

Sono Sion, kendaraan listrik tenaga surya pertama di dunia yang dimaksudkan untuk produksi massal, diklaim telah menerima lebih dari 20.000 pemesanan per 1 September 2022.

Menurut laporan Hindustan Times yang diterbitkan pada Minggu (4/9), Sono Sion mengatakan pihaknya telah menerima pembayaran rata-rata sekitar 2.000 euro untuk setiap reservasi pribadi dengan harga unit yang dipatok senilai 25.126 euro.

Produsen kendaraan listrik asal Jerman itu percaya Sono Sion akan menjadi Solar EV pertama di dunia yang diproduksi massal dengan label harga tersebut. Solar Electric Vehicle (SEV) itu diperkirakan mulai diproduksi pada paruh kedua tahun 2023 di fasilitas produksi Valmet Automotive di Findalndia.

Produsen mobil menambahkan pihaknya bertujuan untuk memproduksi sekitar 257 ribu unit EV Sion dalam waktu tujuh tahun setelah melalui periode peningkatan.

Sono Sion sendiri memiliki keistimewaan dengan setiap permukaan datar mobil dilengkapi panel surya, yang sangat berbeda dengan Genesis Electrifies G80 yang dilengkapi panel surya untuk pembangkit listrik.

Sono Sion memiliki panel surya di bagian kap mesin, atap, spatbor, panel seperempat, dan palka. Fasia depan tidak dilengkapi dengan sel surya sebagai upaya agar biaya penggantian lebih murah jika terjadi kecelakaan.

Sono Motors mengklaim Sion dilengkapi dengan total 456 sel surya yang mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk menggerakkan kendaraan dengan jarak tempuh 112 km dalam sekali pengisian daya. Kisaran jarak tempuh bisa dua kali lipat atau lebih jika mobil berada di daerah dengan matahari yang intens.

Sion EV dibekali paket baterai sebesar 54 kWh yang cukup kuat untuk mendorong mobil hingga 305 km dalam sekali pengisian daya. Pembuat EV itu telah membatasi kapasitas pengisian untuk baterai kecil hanya 75 kW. Mobil juga dilengkapi dengan teknologi pengisian dua arah yang memungkinkan mobil berubah menjadi pembangkit listrik bergerak dengan output daya hingga 2,7 kW.


Baca juga: IESR: Indonesia mampu capai nol emisi karbon pada 2050

Baca juga: Nedo, Sharp dan Toyota akan uji coba baterai tenaga surya

Baca juga: Tesla dan SolarCity di ambang kesepakatan merger