Mobil Terbakar, Saham Tesla Tersungkur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham Tesla merosot setelah kecelakaan fatal terjadi pada l Model S. Saham produsen mobil listrik tersebut merosot 3,4 persen setelah National Highway Transportation Safety Administration meluncurkan penyelidikan atas kecelakaan yang terjadi.

Seperti dilansir Bloomberg, Selasa (20/4/2021), saham Tesla terpantau tergelincir hingga 6,5 persen. Penurunan intraday terbesar terjadi sejak 18 Maret 2021.

Sementara para penyelidik memusatkan perhatian pada keadaan yang unik dari kecelakaan tersebut, pengamat industri khawatir startup EV akan segera kehilangan daya saing mereka, karena perusahaan besar seperti Mercedes-Benz AG dan Stellantis NV akan meluncurkan model terbaru kendaraan listrik.

Pekan lalu, Stellantis mengatakan, akan mempercepat peralihannya ke kendaraan EV, dan berjanji mobil yang digerakkan dengan baterai akan menyumbang sepertiga penjualan di pasar otomotif Eropa pada pertengahan dekade.

Pembuat mobil super Italia , Ferrari berencana untuk memperkenalkan mobil listrik pertamanya pada 2025. Selain itu, Mercedes-Benz telah meluncurkan EQS, mobil listrik pertama yang akan dijual oleh perusahaan berusia 94 tahun itu di Amerika Serikat.

Pengumuman tersebut mengikuti langkah serupa dari General Motors Co , Ford Motor Co dan Volkswagen AG , yang semuanya menguraikan rencana EV ambisiusnya pada 2021.

Keunggulan Tesla dalam penjualan kendaraan listrik secara global merosot 1 poin, sehingga persentase mereka menjadi 24 persen pada 2020 dibandingkan 2019, menurut laporan 14 April 2021 dari analis Bloomberg Intelligence, Kevin Tynan.

Sementara itu, pangsa VW Group naik menjadi 9 persen dari 4 persen pada 2019. Hal ini memperkuat kenyakinan mereka untuk berada di jalur yang tepat sehingga mampu menyalip Tesla pada 2023 dan tanda pembuat mobil mapan dapat dengan cepat memperoleh keuntungan setelah berkomitmen pada teknologi drivetrain.

Saham Tesla

Dummy Tesla Cybertruck. (Oto.com)
Dummy Tesla Cybertruck. (Oto.com)

Sejalan dengan informasi ini, saham Tesla turun ke level USD 691,80 di New York sebelum ditutup pada USD 714,63. Saham EV yang lebih kecil juga turun, termasuk Nikola Corp. , Workhorse Group Inc. , Lordstown Motors Corp. dan Fisker Inc.

Penurunan Tesla dipicu oleh kecelakaan Model S 2019 pada Sabtu malam di Texas, selain terbakar terdapat dua penumpang yang tewas.

Tesla sebelumnya menghadapi kritik dari pejabat federal atas risiko kebakaran terkait paket baterai di mobilnya.Harga saham pemimpin industri EV itu lesu tahun ini. Perusahaan dijadwalkan untuk melaporkan hasil kuartal pertama pada 26 April.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini