Mobil Terendam Banjir Gatel Starter, Biaya Servisnya Bikin Baper

Toto Pribadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ini terakhir membuat beberapa wilayah ibu kota terendam banjir. Fenomena mobil terendam banjir juga menjadi pemandangan yang mudah ditemui dalam beberapa hari terakhir ini.

Ya, tak hanya rumah yang terendam banjir, kendaraan mobil juga banyak yang menjadi korban. Tak hanya yang terparkir di rumah, banyak mobil yang terendam saat di tengah perjalanan. Termasuk pemandangan banyak mobil terjebak banjir saat berada di jalan tol.

Lalu bagaimana langkah yang harus kita tempuh saat berada dalam kondisi tersebut? Tips diberikan seorang mekanik sebuah bengkel untuk para pemilik mobil korban banjir yang masih kebingungan langkah apa yang harus dilakukan saat kendaraanya terendam banjir.

Baca juga: Mobil Rp3 Miliar Tenggelam Demi Bantu Warga

"Pertama agar tidak konslet, aki perlu segera dicabut. Caranya siapkan kunci 10 untuk membuka aki. Hal itu dilakukan untuk memastikan arus listrik semua mati sehingga tidak terjadi konsleting," ujar Popo, seorang mekanik kepada tvOne, Selasa 22 Februari 2021.

Setelah itu, lanjut Popo, pemilik mobil harus mendiamkan mobil dan segera menghubungi bengkel terdekat. Untuk lebih amannya meminta mobil derek untuk membawa mobil ke bengkel. Namun jika tak ada kerusakan parah tentu bisa dilakukan di rumah.

"Biasanya mobil terendam itu, pemiliknya gatel untuk menstater. Itu yang bisa sangat fatal. Hal itu dapat memicu water hammer yang dapat membuat mesin mobil pecah dan yang paling parah membuat turun mesin sehingga biayanya perbaikannya sangat mahal," kata Popo.

Saat disinggung biaya perbaikan untuk mobil yang terendam, Popo menerangkan biayanya akan sangat bergantung pada kerusakan yang dialami. Jika tidak ada kerusakan berarti paling hanya dibutuhkan untuk biaya ganti oli dan membersihkan bekas-bekas banjir.

"Namun kalau kerusakannya parah, contoh mobil Avanza, biaya perbaikan bisa 8 hingga belasan juta rupiah. Jika mobil Eropa bisa lebih mahal lagi mencapai 30 jutaaan lebih," terang Popo.