Modal Rp100 Ribu untuk Nikmati Suasana Santorini Sambil Menyesap Kopi di Jakarta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Santorini, Yunani, rupanya banyak menginspirasi pengusaha ekonomi kreatif Indonesia selama masa pandemi. Setelah objek wisata di Cianjur, kali ini giliran sebuah kafe yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur, mengusung konsep serupa.

Dos Hermanos Coffee and Cigar didirikan oleh Opa Ewin pada Oktober 2020. Rancangannya sudah disiapkan jauh sebelum pandemi, tapi baru bisa dieksekusi saat usaha utamanya, yakni event organizer, tak bisa berjalan seperti biasa.

"Tempat saya memang konsepnya tuh dari depan klasik, ada juga yang bentuknya kontainer. Masuk ke dalam lagi saya pingin konsep yang beda lagi, akhirnya saya buat Santorini," ujar Opa Ewin kepada Liputan6.com, Jumat, 8 Oktober 2021.

Pria asal Ambon itu bahkan sampai studi banding langsung ke Yunani untuk mendapatkan gambaran detail agar bisa mirip dengan Santorini asli. Musik hingga makanan yang dihadirkannya pun ala destinasi wisata yang terkenal dengan warna biru putih itu.

"Kan kita bikin enggak asal-asalan. Siang hari musiknya harus deep house, sore hari harus jazz, begitu," tutur dia.

Konsep itu sebenarnya berkembang lebih jauh dari awalnya hanya untuk tempat acara-acara tertutup, seperti live streaming. Namun, kunjungan salah seorang pelanggan membuatnya melihat potensi lain.

Pelanggan itu menarik perhatian calon tamu lain yang datang hanya untuk sekadar berfoto. Pengunjung bahkan bisa berombongan datang dari luar Jakarta. Mereka penasaran dengan detail interior kafe yang masih jarang diadopsi. Padahal, bangunan itu belum tuntas seratus persen.

"Jadi memang saya bangun ini baru 50 persen, kita akan bangun lagi bertahap-tahap," ia menerangkan.

Opa Ewin menjelaskan bahwa kafe miliknya merupakan bagian dari CSR (corporate social responsibility) Djarum Foundation guna memberikan wadah bagi anak-anak di industri pariwisata yang terkena PHK dan tidak bisa menjalankan acara. Ia juga menampung anak-anak yang kesulitan menjadi tempat praktik kerja lapangan.

Ia juga berencana membuat acara Dos Hermanos Festival 21 untuk kembali membangkitkan sektor event organizer. Ia ingin pengunjung tetap kembali lagi dan lagi karena selalu ada yang baru.

"Pandemi ini banyak orang susah duit, nggak juga. Tergantung dari kreativitas kita, inovasi kita, apa yang ada di lingkungan kita, kita bangun pasti jalan. Yang penting kita memikirkan banyak orang," ucap Opa Ewin.

Paket Tersedia

Menu andalan dari Dos Hermanos Coffee & Cigar, Amboina Blue. (dok. Dos Hermanos Coffee & Cigar)
Menu andalan dari Dos Hermanos Coffee & Cigar, Amboina Blue. (dok. Dos Hermanos Coffee & Cigar)

Pengunjung yang ingin menikmati Santorini di Jakarta wajib merogoh kocek Rp100 ribu untuk Paket Teras Santorini. Paket itu sudah termasuk makanan dan minuman yang bebas dipilih.

"Jadi bukan tiket masuk, tapi paket makan dan minum," ujar Opa Ewin.

Pengunjung juga bisa menikmati secangkir brown sugar latte yang jadi menu kopi andalan. Gula merahnya asli didatangkan dari Maluku, sedangkan biji kopinya dari Indibro

Sementara, minuman ciri khas kafe itu adalah Amboina Blue. Minuman berwarna biru ini memiliki rasa segar hingga membuat ketagihan, dengan campuran berbagai bahan, seperti kayu manis, mint, dan jeruk.

"Mocktail ini (Amboina Blue) merupakan signature dari Santorini," kata dia.

Kafe yang sudah beroperasi selama tujuh bulan ini menerapkan pembatasan durasi bagi pengunjung yang mengunjungi Santorini Jakarta. Pengunjung akan diberikan waktu selama dua jam untuk berfoto dan menyantap hidangan. Para tamu juga diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin.

Sudah Tersertifikasi CHSE

Dos Hermanos Coffee & Cigar di Jakarta Timur. (dok. Instagram @santorinijakarta / https://www.instagram.com/p/CNHwh_NDmCp/?utm_source=ig_web_copy_link / Gabriella Ajeng)
Dos Hermanos Coffee & Cigar di Jakarta Timur. (dok. Instagram @santorinijakarta / https://www.instagram.com/p/CNHwh_NDmCp/?utm_source=ig_web_copy_link / Gabriella Ajeng)

Ewin menyatakan Dos Hermanos Coffee & Cigar sudah tersertifikasi CHSE yang dianjurkan oleh Kemenparekraf bagi para pelaku pariwisata, bahkan petugas Kemenparekraf serta pemerintah daerah setempat sering memantau kafe ini. Protokol kesehatan pun dijaga dengan ketat baik bagi pengunjung dan karyawan.

"Karyawan kita juga sudah vaksin semua dan selalu pelayanannya menggunakan masker. Kita sesuai dengan protokol lah, sampai cuci tangan pun kita ada lima," ujarnya.

Setiap dua jam, kafe itu didisinfeksi. "Sama seperti masuk pesawat saja," tambah dia.

Terkait pengelolaan kebersihan, pihaknya menggunakan jasa petugas kebersihan daerah setempat yang mengambil sampah setiap seminggu dua kali. Opa Ewin juga mengaku sampah plastik yang dihasilkan dikumpulkan secara terpisah dan diberikan kepada pemulung.

Kafe itu hanya beroperasi pada Selasa-Minggu pukul 12.00-20.00 WIB. Kafe tutup setiap Senin untuk pengunjung. (Gabriella Ajeng Larasati)

Kalo ga sempet masak sendiri, yuk PO saja di ManisdanSedap, banyak masakan rasa rumahan yang pas buat lauk makan siangmu. Berasa dimasakin ibu.

Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

Titik Lengah Makan Bersama

Infografis Titik Lengah Makan Bersama (Liputan6.com/Niman)
Infografis Titik Lengah Makan Bersama (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel