Model Berbikini Tak Terjerat Pasal Narkoba

TEMPO.CO , Jakarta:Kepala Unit Narkoba Kepolisian Sektor Tamansari, Ajun Komisaris Polisi Khoiri, mengatakan meski pelaku penabrakan tujuh orang, Novi Amelia, sudah terbukti mengkonsumsi ekstasi, sulit bagi polisi menjeratnya dengan pasal dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Kalau berdasarkan bukti-bukti yang kami kumpulkan sekarang, sulit menjerat Novi dengan pasal narkotika. Untuk saat ini, kami baru bisa menjerat dengan pasa lalu lintas," ujar Khoiri kepada Tempo, Sabtu, 13 Oktober 2012.

Khoiri melanjutkan, terkait konsumsi narkotika, bukti yang sudah dimiliki kepolisian sejauh ini baru hasil lab yang menyatakan Novi positif menggunakan ekstasi dan mengkonsumsi minuman keras. Dengan hanya berbekal hasil lab tersebut, kata Khoiri, Novi akan dijerat dengan Pasal 127 Ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia sebagai korban penggunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi.

"Novi ini sendiri, berdasarkan data yang kami dapat, kemungkinan menggunakan ekstasinya beberapa hari sebelum kecelakaan. Hal ini membuat sulit untuk menindak tegas dari sisi konsumsi narkotika. Kalau kami dapat bukti dia punya bong, lain cerita," Khoiri menegaskan.

Khoiri menuturkan, dari sisi lalu lintas, Novi dikenai dua pasal dari UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, pasal 106 dan pasal 310. Bentuk hukuman dinyatakan di pasal 310 di mana orang yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan akan menjalani masa hukuman penjara 1 tahun atau denda paling banyak Rp 2 juta.

ISTMAN MP

Berita Terpopuler

Istri Polisi Tertangkap Mesum di Mobil

Model Berbikini Mengaku Depresi

Model Penabrak 7 Orang Keberatan Tanggungan Hidup 

Model Berbikini Sempat Galau di Twitter 

Jokowi Bawa Barang Serba Jelek ke Jakarta 

Apartemen Milik Model Berbikini Digeledah

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.