Model 'Panas' Novi Amalia Pernah Akan Bakar Mobil

Model panas Novi Amalia (25), pengemudi Honda Jazz merah yang melibas 7 orang di Taman Sari, Jakarta Barat, ternyata beberapa kali bikin ulah di jalan.

Selain juga punya catatan lain menabrak orang di lokasi yang sama, dua minggu lalu di Cirebon Novi sempat mau membakar mobil dan menyuruh penumpang yang ada di mobil turun.

"Enggak tahu sebabnya apa. Dia nyetir sampai Cirebon, tiba-tiba dia teriak-teriak mobilnya mau dibakar. Tapi enggak jadi. Trus ada teman yang jemput dia di Cirebon, akhirnya dia dibawa pulang ke Jakarta," ungkap model berinisial Z pada Otosia.com. Ia mengaku sudah lama berteman dengan Novi.

Menurut model panas yang pernah menghiasi majalah pria dewasa ini, Novi memiliki gangguan kejiwaan karena tekanan hidup dan keluarga. Aksinya beberapa kali di jalan membahayakan nyawa orang lain jika terus dibiarkan mengemudi.

"Bahaya mas, dia sudah sering (nyetir) begitu. Makanya anak-anak (model) bilang Novi sakti karena setiap bikin masalah selalu lolos dari polisi," ungkap model cantik ini cemas.

Lama mengidap gangguan kejiwaan, Novi tercatat pernah dua kali hendak dirawat di RS jiwa. Namun karena pintar ngeles, dokter yang menangani memperbolehkan ia direhabilitasi di rumah.

"Tempo hari sudah mau direhab, tapi dia maksa minta pulang. Sama dokternya enggak diijinkan pulang karena tahu kondisi kejiwaannya sudah terganggu dan harus direhab," terangnya.

"Dia minta tolong temannya untuk ngeluarin (dari rumah sakit) karena dia setuju dirawat intensif di rumah. Alasannya dia baik-baik saja. Tapi ternyata pas sudah dikeluarin, eh bermasalah lagi deh," sambungnya.

Model yang cukup lama kenal dengan Otosia ini mengungkapkan, pemicu Novi suka nekad tanpa sebab lantaran persoalan keluarga dan tekanan hidup. Hasil dari jerih payahnya sebagai model seksi di Ibu Kota kerap digunakan untuk membiayai hidup ibu dan keluarganya.

Menurut V, kelakuan membahayakan di jalan adalah akibat akumulasi persoalan hidup yang terus membebani pikirannya hingga sekarang.

"Dia (Novi) menanggung hidup ibunya, Mas. Dia berasal dari golongan biasa saja, bukan orang berada. Dia kerja keras buat menghidupi keluarganya. Mungkin karena itu dia jadi suka stress. Anaknya suka keras kepala kalau dinasehatin," bebernya.

"Apalagi kalau diputusin pacar, dia bisa frustasi. Karena hanya dari pacar dia dapat perhatian. Dia kalau setiap putus sama laki-laki, pasti kumat gilanya. Itu sudah gangguan jiwa," sambungnya.

Fakta lain yang melatarbelakangi Novi sering berulah, adalah tuntutan gaya hidup glamour, mengikuti trend seperti cerita-cerita indah jetset para model lainnya. Sementara Novi dihadapkan pada keterbatasan materi dan bukan berasal dari keluarga kaya.

Karena tak mampu mengejar pundi-pundi rupiah dan popularitas, sudah tidak heran kalau Novi terbiasa uring-uringan.

"Nah seperti aku bilang tadi. Dia pengin ngikutin gaya hidup jet set tapi mentalnya enggak kuat, jadinya begitu, depresi. Jadi, dia terlalu sok high class padahal hidupnya juga belum makmur. Enggak mampu ngikutin gaya hidup tinggi, jadinya limbung. Enggak PD-lah, tidak merasa cantik lah. Ya krisis kepercayaan diri," tuturnya.

"Dia sering curhat sama aku, enggak PD sama fisiknya, rendah diri dan enggak berharga. Dia merasa hidupnya tidak berguna. Padahal dia cantik, dan aku sudah bilang kalau dia cantik, tapi tetap aja dia merasa enggak PD. Itu menurutku sudah gangguan kejiwaan atau selfdisorder," tambahnya.

Model lainnya, sebut saja X, memaparkan, ulah Novi seringkali merepotkan, karena itu dia setuju Novi dirawat di RS jiwa.

"Jangan profesi modelnya disalahin. Tapi secara personal dia (Novi) enggak sanggup ngadepin dunia gemerlap, atau sisi lain kehidupan setelah menjadi model. Itu biasanya karena terpengaruh dari lingkungan teman-temannya yang begitu," tukas X.

Sementara IP, yang juga berprofesi sama, sangat tidak setuju orang yang mengalami tekanan mental apalagi sudah menjadi gila dibiarkan membawa kendaraan di jalan raya. Ini berisiko menghilangkan banyak nyawa di jalan.

"Harusnya dihukum mati tuh buat yang pake drugs lagi nyetir nabrak orang banyak," cetusnya kesal.

Baik Z, X dan PI setuju jika Novi dilarang membawa mobil dan wajib dirawat di RS jiwa hingga sembuh total. Kalaupun sembuh, tetap harus mendapat perhatian dan didampingi, SIM-nya dicabut. "Dia sudah lama make gitu-gituan (narkoba). Cuma nggak ngerti say kenapa. Aku sudah capek nasehatin dia, tapi enggak masuk," imbuh Z.

"Ya jalan satu-satunya harus masuk rehabilitasi supaya bisa sembuh. Kalau enggak gitu, jangan harap (Novi) bisa balik ke kehidupan normal," pungkas Z.

Sebelumnya diberitakan, Novi Amalia model aduhai yang mengemudikan mobil setengah bugil menabrak tujuh orang termasuk polisi lalu lintas di Tamansari, Jakarta Barat. Novi mengaku mengalami halusinasi setelah menenggak minuman keras Chivas dan pil ekstasi.

Pemakaian obat-obatan terlarang diakuinya untuk menghilangkan beban masalah keluarga dan karirnya.(kpl/nzr/bun)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.