Moderna Mulai Uji Coba Vaksin COVID-19 untuk Anak-anak

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Perusahaan bioteknologi Moderna telah memulai uji vaksin COVID-19 pada anak-anak berusia 12 tahun. Uji klinis vaksin COVID-19 ini akan melibatkan relawan berusia antara 12 sampai 18 tahun.

Uji coba akan diadakan di enam negara bagian di Amerika Serikat di antaranya Idaho, Minnesota, New York, Oklahoma, Texas, dan Utah. Pejabat federal menyebut pengujian vaksin pada anak-anak dan remaja sangat penting, sebelum didistribusikan secara luas pada 2021.

Saat ini, Moderna dan Pfizer tengah menunggu persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Jika diberikan persetujuan darurat, suntikan pertama dapat diberikan paling cepat pada 21 Desember 2020, dilansir Independent.

Pejabat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan bahwa pekerja kesehatan dan orang-orang yang tinggal di panti jompo, akan menjadi kelompok pertama yang menerima vaksin COVID-19.

Setelah pekerja kesehatan dan lansia di panti jompo, CDC merekomendasikan pekerja untuk mendapatkan prioritas dalam suntikan vaksin COVID-19. Pekerja yang termasuk antara lain pekerja di sektor pangan dan pertanian, penegak hukum, pendidik, pekerja transportasi dan pekerja tanggap darurat.

Sejauh ini vaksin Pfizer memiliki keefektifan hingga 95 persen. Sementara itu, Moderna dilaporkan efektif hingga 94 persen. Setiap orang harus menerima dua dosis vaksin.

Bagi mereka yang menerima suntikan vaksin Pfizer, dosis kedua akan diberikan tiga pekan kemudian. Sementara itu, bagi yang menerima vaksin Moderna, dosis kedua akan diberikan empat pekan kemudian. (art)