Modest Fashion ISEF 2020 Ditutup Fashion Show Virtual dengan Ragam Gaya Busana

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020 telah terselenggara mulai 28--31 Oktober 2020. Gelaran tahun ketujuh ini menampilkan sebanyak 720 look modest fashion dari 164 desainer yang mengusung tema "Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle".

Selama penyelenggaraan, peragaan busana virtual mempersembahkan sederet gaya busana fashion muslim, terdiri atas sentuhan etnik kontemporer, formal, syar'i, sampai urban juga edgy look. Suguhan ini turut memperhatikan konsep sustainable fashion dan mengacu pada Trend Forecasting 2021/2022.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, adapun tema yang diusung guna menggaungkan soal gaya hidup berkelanjutan bagi produsen juga konsumen fashion muslim. Para pelaku usaha fashion muslim yang terlibat menampilkan karya diarahkan menerapkan konsep sustainable yang bertanggung jawab.

Hal tersebut dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, ekonomi, sosial pada seluruh siklus industri fashion, yang meliputi proses produksi, sumber bahan baku, etika kerja, pengelolaan limbang lingkungan, hingga kesejahteraan tenaga kerja.

Upacara penutupan Modest Fashion ISEF 2020, ditampilkan Virtual Fashion Show sederet karya dari KALU, Hijab Cinta by Nina Kartarineka X Accesories Beadstown by Rosita, Malam Batik by Theresa Naumi, Lia Mustafa | Shoes by Bocorocco, H.Y.S by HildaAmalia.

Tak ketinggalan, penutupan Modest Fashion ISEF 2020 di juga menampilkan karya dari "C H A R V I" by Febby AntiQue, Bellahasura, Reborn by Chaera Lee, Sanet Sabintang, Creative Batik by Khaleili Nungki, Elly Virgo, CYA by Cahya Tyanthi, dan APIKMEN.

Ciri Khas Produk Lokal

Ragam busana karya Ida Royani di Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020. (dok. ISEF 2020)
Ragam busana karya Ida Royani di Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020. (dok. ISEF 2020)

Pemanfaatan konten lokal, seperti kain tradisional dibuat para perajin kain menggunakan bahan ramah lingkungan dan pewarna alam. Hal ini wujud dari penerapan konsep sustainable yang banyak dilakukan oleh kreator fashion muslim dalam membuat karya yang ditampilkan dalam perhelatan ini.

Ragam corak yang khas dari kain Nusantara menjadikan produk fashion muslim Indonesia memiliki identitas yang berbeda dengan negara lain. Konten lokal yang dikemas sesuai selera internasional dengan mengacu pada Trend Forecasting 2021/2022 bertema "The New Beginning" soal perubahan pola hidup menghadapi era baru menjadi daya tarik untuk berkompetisi di pasar global.

Strategi lain dalam mengaplikasikan prinsip sustainable adalah penggunaan bahan yang terbarukan dan mudah diurai, hemat energi, daur ulang, desain multi-fungsi, dan lainnya. Lewat perhatian pada sustainable yang tengah menjadi sorotan dunia dipastikan menjadi nilai tambah untuk menarik pasar global dan menciptakan citra bahwa Indonesia telah bersiap sebagai pusat industri halal global.

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: