Modus Penculikan Sepuluh Anak di Jakarta dan Tangsel, Pelaku Ngaku Aparat

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi telah menangkap ARA (27), tersangka penculik anak di bawah umur. Penangkapan terhadap warga Depok, Jawa Barat, ini dilakukan Polres Metro Jakarta Selatan bekerja sama dengan Polres Bogor.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi mengatakan, penangkapan ARA bermula dari laporan keluarga korban yang anaknya diculik. Tim langsung merespons dan melakukan penyelidikan.

"Tim kemudian bekerja melakukan identifikasi terhadap keterangan maupun bukti-bukti yang kami dapatkan, sehingga kami mendapatkan bukti bahwa arah dari pelaku itu ke arah Bogor," kata Budhi kepada wartawan, Kamis (12/5).

Polres Metro Jakarta Selatan kemudian berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk mencari ARA. Terduga pelaku ini ditengarai juga melakukan perbuatan pidana di kawasan Bogor.

Berkat kerja sama kedua Polres, ARA ditangkap di kawasan Senayan, Jakarta. "Satu orang pelaku (ditangkap) dan memang ini berdasarkan identifikasi dari CCTV yang kami temukan, baik di jalan di sekitar Pondok Aren dan sekitar Bintaro," ujarnya.

Alasan Korban Tak Kenakan Masker

Budhi menjelaskan, untuk dapat menculik korban, ARA mengaku sebagai seorang aparat. Dia pun dapat dengan mudah membawa tiga orang anak.

"Dia menegur anak-anak ini yang sedang bermain di situ, kemudian dia katakan tidak pakai masker harus ikut. Makanya mereka bertiga dibonceng bersama-bersama oleh pelaku. Jadi, satu motor empat orang yang naik kendaraan dibawa berputar," jelasnya.

"Tapi karena mungkin terlalu berat bebannya dan terlalu mencolok, akhirnya yang dua diturunkan dan satu atas nama K (12) dibawa muter. Bahkan dari keterangan K, dia sempat dibawa ke Cianjur muter-muter ke Bogor terus balik ke Jakarta," sambungnya.

Melampiaskan Hawa Nafsu

Berdasarkan pengakuan ARA, dua diduga melakukan pelampiasan hawa nafsunya terhadap anak di bawah umur. Korban saat ini sudah diserahkan kepada orang tuanya untuk menjalani trauma healing.

"Dari tim kami juga akan memberikan trauma healing, jangan sampai anak ini jadi trauma karena berdasarkan keterangan anak ini dia sempat dipaksa untuk melakukan sesuatu hal yang tidak baik," ucapnya.

Terpisah, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin juga mengekspos kasus itu. Dalam pemaparannya, Iman menyebut, petugas menemukan sebanyak 10 anak saat mengamankan terduga pelaku.

"Dari yang bersangkutan, kami Alhamdulillah berhasil menyelamatkan 10 orang anak yang saat kami melakukan pengembangan, 10 orang anak tersebut sedang berada di satu tempat di wilayah Senayan, Jakarta," ujar Iman.

Mantan Napi Terorisme

Berdasarkan pendalaman petugas terhadap ARA, ia ternyata merupakan seorang mantan narapidana terorisme. Bahkan, dirinya pernah mengikuti pelatihan di Poso.

"Tersangka sudah tiga kali pernah menjalani hukuman pidana. Dua kalinya menjalani hukuman pidana mengenai kasus terorisme, dan yang bersangkutan juga pernah mengikuti pelatihan di Poso selama 7 bulan," ucapnya.

"Kami akan berkerja sama dengan Densus 88 untuk melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap permasalahan ini. Motif sedang kami dalami, nanti penyidik akan melakukan pemeriksaan, pendalaman," sambungnya.

10 Anak dari Jakarta dan Tangerang Selatan

Terkait dengan 10 orang anak yang diselamatkan petugas saat mengamankan ARA, mereka berasal dari wilayah berbeda, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, serta Tangerang Selatan.

"Anak tersebut berkumpul dalam satu tempat di sebuah masjid di wilayah Senayan, dikumpul disuruh menunggu sama yang bersangkutan. Ada yang sudah tiga hari, ada yang baru beberapa jam. Jadi ada yang kemarin gabung dan ada yang baru hari ini," sebutnya.

Selain itu, terkait dengan dugaan pelecehan seksual terhadap anak usai 10-14 tahun, petugas masih melakukan pendalaman. Kendati demikian, dirinya memastikan jika saat ini para korban sudah dikembalikan kepada orang tua masing-masing

"Kami sedang pendalaman untuk masalah pelecehan seksualnya. Yang bersangkutan (anak) ditipu daya, untuk kekerasan dan lain-lainnya nanti hasil pemeriksaan akan kami informasikan lebih lanjut," tutupnya.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dikenakan Pasal 330 dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel