Modus Pengedar Tembakau Gorila di Serang Agar Tetap Untung Meski Gagal Produksi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Serang - Tak mau rugi besar akibat produksi tembakau gorila pertamanya gagal, MRA (21) mencampur produk gagalnya dengan yang asli. Dia memesan alat dan bahan pembuatannya melalui sebuah akun Instagram.

"Bahan baku dibeli melalui akun medsos, Instagram, seharga Rp2 juta, namun gagal. Dia beli (tembakau gorila) jadi seharga Rp1,8 juta. Kemudian dicampur dengan produk yang gagal," kata Kasat Resnarkoba Polres Serang Kota, AKP Agus Ahmad Kurnia, Sabtu (02/10/2021).

Produksi dan pengoplosan dilakukan di rumah pelaku MRA, Perumahan Safira, Kecamatan Tatakan, Kota Serang, Banten.

MRA mengajak temannya, RH (19) untuk mengedarkan narkoba sintetis itu di Ibu Kota Banten. Hingga keduanya ditangkap polisi Jumat dini hari, 01 Oktober 2021, sekitar pukul 00.15 Wib, di daerah Royal, Kota Serang.

"MRA dan RH ditangkap di pinggir jalan Royal. Dari penggeledahan awal kita mendapatkan satu bungkus plastik klip bening berisikan tembakau gorila di dalam tas," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mengaku Baru 3 Minggu Jual Tembakau Gorila

Menurut polisi, keduanya sudah tiga minggu menjalankan bisnis jual beli tembakau gorila dan mendapatkan uang sebesar Rp1,2 juta. Tak puas dengan penggeledahan awal di lokasi penangkapan, personel Satres Narkoba Polres Serang Kota mendatangi rumah keduanya.

Dari penggeledahan rumah tersangka MRA, didapatkan barang bukti satu bungkus tembakau gorila, dua timbangan digital, kompor listrik dan jeriken.

Selanjutnya di rumah tersangka RH di Cimuncang, Kota Serang, Banten, ditemukan barang bukti tembakau gorila sebanyak 4 bungkus kecil.

"Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Serang Kota, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tembakau gorila sebanyak 57,1 gram," terangnya.

Akibat perbuatannya mengedarkan narkoba tembakau gorila, kedua pelaku dikenakan pasal 114 ayat 1 sub pasal 113 ayat 1, juncto pasal 111 ayat 1 dan atau pasal 132 ayat 1 Undang-undang (UU) nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dan atau Permenkes Nomor 04 tahun 2021, tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

"Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel