Modus Prajurit TNI yang Terlibat LGBT: Gunakan Grup WA

Bayu Nugraha, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mahkamah Agung (MA) memutuskan memecat 16 oknum anggota TNI. Mereka dinyatakan terlibat aktivitas lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Juru bicara MA Andi Samsan Nganro menyatakan, oknum prajurit TNI yang terlibat homoseksual atau hubungan sesama jenis harus diberikan sanksi yang tegas.

"Penekanan kepada jajaran peradilan militer untuk secara cermat dalam mengadili prajurit yang terlibat pelanggaran homoseksual," kata Andi Samsan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 21 Oktober 2020.

Baca juga: Putusan MA: 16 Prajurit TNI Dipecat karena Terlibat LGBT

Andi menekankan perlu komitmen yang tinggi dari pimpinan TNI dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran hukum oleh prajurit. Dia menilai putusan yang tidak tegas bisa berdampak kepada disiplin anggota.

"Bahwa putusan pembebasan atas pelanggaran hukum tersebut dipandang dapat mengecewakan pimpinan TNI, dan berpengaruh terhadap kehidupan disiplin prajurit," ujar Andi.

Dia juga mengungkapkan modus anggota TNI yang terlibat dalam hubungan LGBT ini yakni dengan menggunakan jejaring sosial grup WhatsApp.

"Perlu diluruskan bahwa oknum prajurit TNI pelaku homoseksual tidak dalam bentuk terorganisasi, melainkan dalam kelompok grup WA dengan nama komunitas tertentu," kata Andi. (ase)