Modus Senggolan, Sindikat Pencuri Mobil Empat Kali Beraksi di Bekasi dan Karawang

Merdeka.com - Merdeka.com - Enam pelaku pencurian mobil dengan modus senggolan di jalan dibekuk polisi. Seluruh pelaku ditangkap setelah melakukan aksinya di Jalan Raya Rengasbandung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu.

Pengungkapan kasus ini berawal ketika korban berinisial J mendatangi Polsek Kedungwaringin, Jumat (30/10). Saat itu, dia mengatakan mobil pikap yang dikendarainya telah dibawa kabur para pelaku.

Korban juga mengaku disekap dan dibuang ke Kali Malang, tepatnya di bawah Flyover Jababeka, Cikarang Utara oleh lima orang pelaku berinisial DS (43), AK (41), AS (50), HB (42) dan RH (42).

"Korban berjalan kaki dari Kali Malang tempat dia dibuang, menuju polsek. Kemudian dari polsek langsung diantar ke polres untuk membuat laporan," ucap Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan saat konferensi pers, Jumat (25/11).

Kronologi Pencurian

Kasus pencurian dengan kekerasan ini bermula ketika korban dari Kota Bekasi berangkat menuju Karawang untuk mengambil barang sekira pukul 02.00 WIB. Saat di lokasi kejadian, tiba-tiba mobil yang dikemudikannya dipepet mobil pelaku hingga terjadi benturan atau senggolan.

"Jadi modusnya mereka ini sengaja memepet mobilnya ke arah mobil korban. Kemudian terjadi sedikit benturan. Lalu mereka memaksa korban untuk turun dari mobil dan memintanya untuk bertanggung jawab karena mobil pelaku mengalami lecet," katanya.

Saat diminta untuk bertanggung jawab, korban juga sempat diintimidasi sehingga dia terpaksa menuruti permintaan pelaku untuk masuk ke mobil yang dikemudikan pelaku. Sedangkan mobil pikapnya dibawa oleh pelaku lain.

"Beberapa orang dari mereka membawa kendaraan milik korban dengan maksud agar korban tidak melarikan diri sebelum masalah diselesaikan di wilayah Karawang," jelas Gidion.

Namun saat berada di dalam mobil pelaku, mata dan mulut korban malah dibekap dengan lakban. Para pelaku juga mengancam korban agar tidak berteriak.

"Pengakuan korban, dia tidak dipukul, tapi mata dan mulutnya dilakban. Terjadi pengancaman juga sebelum korban dibuang di Kali Malang. Sedangkan HP dan uang Rp1 juta milik korban juga diambil sehingga dia jalan kaki dari Kali Malang menuju Polsek," bebernya.

Penadah Masih Dicari

Berselang 16 hari kemudian, polisi berhasil menangkap kelima pelaku di wilayah Kabupaten Bogor. Mobil pikap korban sudah dijual pelaku dengan bantuan pelaku YF ke seseorang berinisial SR di Jawa Tengah.

"Pelaku yang membantu menjual mobil sudah kami amankan, sedangkan pembelinya masih dalam pengejaran," ucapnya.

Saat menjalani pemeriksaan, pelaku mengaku sudah empat kali melakukan aksi dengan modus serupa di wilayah Kabupaten Bekasi, Karawang dan Kota Bekasi. Korban yang menjadi sasarannya biasanya yang berada di dalam mobil sendirian.

"Korban yang diincar biasanya yang sendirian mengendarai mobil. Hal itu agar memudahkan mereka untuk mengintimidasi korban saat modusnya dilakukan," kata Gidion.

Seluruh pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman paling lama 13 tahun penjara.

[yan]