Moeldoko apresiasi keringanan bea masuk dari AS bagi produk ekspor RI

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi perpanjangan fasilitas keringanan bea masuk dalam skema Generalized System of Preferences (GSP) yang diberikan pemerintah Amerika Serikat (AS) bagi produk ekspor dari Indonesia.

“Ini menjadi supporting (dukungan) yang luar biasa untuk Indonesia dalam meningkatkan perekonomian menjadi semakin lebih baik,” kata Moeldoko saat menerima Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Yong Kim di Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat.

Dengan perpanjangan fasilitas GSP, Moeldoko meminta investor tidak khawatir untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Apalagi saat ini, ujar dia, stabilitas politik, keamanan dan ekonomi di Indonesia terjaga baik.

Dengan terjaganya stabilitas, ujar mantan Panglima TNI itu, hubungan bilateral perekonomian antara Indonesia dan AS dalam investasi, dan juga sektor lainnya seperti pendidikan dan kesehatan dapat semakin kuat.

“Stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan ini kami jaga dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah RI, ujar Moeldoko juga berupaya terus memperbaiki tatanan regulasi untuk mempermudah aliran investasi. Hal itu pula yang membuat pemerintah menginisiasi perumusan Undang-Undang Cipta Kerja.

UU pertama yang dibuat dengan Omnibus Law itu ditujukan agar Indonesia dapat mengakselerasi pendapatan per kapita agar tidak terjebak menjadi negara berpendapatan menengah.

“Kebutuhan logistik juga terjaga melalui pembangunan infrastruktur baik darat, laut, dan udara sehingga transportasi menjadi mudah dan terjangkau,” ujarnya.

Sedangkan Dubes AS Sung Yong Kim memandang perpanjangan GSP akan turut meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara.

Di sisi lain, Kim juga menyampaikan bahwa pemerintah AS menyambut positif pengesahan UU Cipta Kerja.

“Undang-undang tersebut akan meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Terutama, mengenai stabilitas, konsistensi, dan transparansi,” ujar Kim.

Kim yang akan bertugas sebagai Dubes AS untuk Indonesia dalam 3 tahun ke depan juga menginginkan kerja sama lebih erat dan lebih aktif di sektor kesehatan dan pendidikan. Kim berjanji akan berusaha mengeksplorasi upaya-upaya baru untuk berkolaborasi dengan Indonesia.

Misalnya, di bidang kesehatan, Kim berharap AS dapat terus berkontribusi dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, terutama melalui sumbangan ventilator.

“Dari sisi pendidikan, saya juga berharap, lebih banyak lagi pelajar Indonesia yang bisa bersekolah di AS. Apalagi kami yakin, AS memberikan pendidikan lebih baik dari negara lain,” kata Kim.

Baca juga: Dubes baru AS serahkan surat kepercayaan kepada Presiden Jokowi
Baca juga: Mendag: RI tetap dapat fasilitas GSP Amerika Serikat
Baca juga: AS-Indonesia tandatangani kerja sama perkuat pembiayaan infrastruktur