Moeldoko: Aturan Rinci Protokol Baru di Masa Pandemi Covid-19 Sedang Disusun

 

Liputan6.com, Jakarta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Pemerintah tengah menyusun protokol adaptasi kebiasaan baru secara lebih rinci untuk sektor usaha, publik, tempat kerja, lembaga pendidikan  dan tempat ibadah.

“Semua kementerian sudah menyiapkannya dengan baik dan berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan agar sesuai dengan protokol yang ditetapkan," ungkap Moeldoko, Selasa (9/6/2020).

Terkait relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah tidak akan terburu-buru mendeklarasikan bahwa suatu wilayah dikatakan aman karena mobilitas manusia tidak bisa dihentikan.

"Penentuan relaksasi ini juga tidak serta merta oleh pemerintah pusat. Tapi merupakan kesepakatan dengan kepala daerah masing-masing," jelas mantan Panglima TNI ini.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo setiap minggu selalu evaluasi perkembangan Covid-19 di seluruh wilayah. Hasil dari evaluasi tersebut menjadi dasar pemerintah mengukur penyebaran Covid-19.

"Pemerintah memiliki berbagai parameter untuk menetapkan apakah suatu wilayah sudah dapat dinyatakan zona hijau atau belum. Semuanya harus dikalkulasi dengan baik berdasarkan data epidemiologis serta hasil tes yang dilakukan secara massal," tegas Moeldoko.

Simulasi

Selain itu, Moeldoko menambahkan, pemerintah daerah nantinya akan simulasi untuk sektor strategis. seperti di DKI sekarang yang tengah masa transisi sebagai sebuah prakondisi relaksasi agar masyarakat betul-betul siap nanti di masa zona hijau.

"Intinya protokol kesehatan yang ketat untuk terus diterapkan, sehingga tatanan normal baru akan dapat diterapkan ke semua sektor dan wilayah.," harap dia.

Moeldoko juga berharap ada komitmen dari masyarakat dan dunia usaha harus betul-betul terjaga dengan baik agar angka kasus terinfeksi Covid-19 tidak meningkat.

"Jadi setiap orang harus dipastikan disiplin dan komitmen mematuhi protokol kesehatan," dia menandasi.