Moeldoko beri kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan kuliah umum kepada 4.000 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, Jumat.

Sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, pada kesempatan itu Moeldoko menyampaikan berbagai tantangan bangsa Indonesia, baik di lingkungan global maupun di dalam negeri.

Ia menyebut di lingkungan global, Indonesia saat ini menghadapi tiga tantangan besar, yakni krisis energi, pangan, dan keuangan yang terjadi karena adanya ketidakpastian situasi global imbas dari perubahan dunia yang sangat cepat, penuh risiko, kerumitan, dan kejutan, seperti pandemi COVID-19 serta konflik Rusia dan Ukraina.

"Belum selesai kita menghadapi pandemi, muncul konflik Rusia dan Ukraina yang membuat situasi dan kondisi global berubah sangat dinamis, dan ini sudah pasti berdampak pada Indonesia," kata Moeldoko.

Ia mencontohkan soal energi, kenaikan harga minyak dunia membuat pemerintah Indonesia berjuang keras untuk mempertahankan harga BBM yang bisa dijangkau oleh masyarakat, salah satunya dengan menambah jumlah anggaran subsidi.

"Kalian (mahasiswa) harus memahami bahwa negara mengeluarkan subsidi Rp502 triliun untuk menjaga supaya harga BBM dan LPG yang 3 kilogram itu tetap bisa dijangkau oleh masyarakat. Jumlah ini sungguh sangat besar," ujarnya.

Kalau harga BBM tidak dinaikkan, menurut dia, negara akan gelontorkan tambahan anggaran untuk subsidi sebesar Rp198 triliun.

"Ini sebuah tantangan besar yang kini sedang kita hadapi," ujarnya.

Selain di lingkungan global, Panglima TNI 2013—2015 ini juga mengungkapkan beberapa tantangan di dalam negeri, mulai dari penurunan angka kemiskinan, pembangunan sumber daya manusia, hingga penyerapan angkatan kerja baru.

"Angkatan kerja baru kita setiap tahunnya kurang lebih 2,5 juta orang. Mau dikemanakan ini? Ini tantangan yang nanti kalian juga akan hadapi saat menjadi pemimpin di negeri ini," katanya.

Menghadapi tantangan tersebut, kata dia, pemerintah telah bekerja keras, yakni dengan melakukan pembangunan infrastruktur dan memosisikan pembangunan sumber daya manusia sebagai agenda prioritas, di antaranya dengan melakukan perbaikan Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Program Prakerja.

"Soal kesehatan, pemerintah juga sedang bekerja keras untuk menurunkan angka stunting. Persoalan jamban saja dibahas di rapat kabinet. Nah, ini semua disiapkan oleh Pemerintah untuk kalian agar bisa membawa Indonesia Maju pada tahun 2045," kata Moeldoko.

Pada kesempatan itu, dia juga mengajak anak-anak muda melakukan inovasi dan lompatan-lompatan besar, terutama dalam menghadapi fenomena global yang berubah sangat cepat.

"Saya tantang kalian untuk berdemokrasi dengan menciptakan berbagai inovasi. Jadilah pemimpin yang memiliki sensitivitas tinggi dengan perubahan-perubahan sosial di sekitar. Kalian perlu nonton Film Sayap-Sayap Patah agar bisa memaknai sebuah peristiwa yang terjadi," ujar Moeldoko yang belum lama ini baru saja menonton film tersebut.

Baca juga: Moeldoko ajak pekerja muda KSP nonton Film "Sayap-Sayap Patah"
Baca juga: Moeldoko dorong UMKM Banyumas untuk naik kelas