Moeldoko: Jangan Sibuk Bicara Politik, Kita Perkuat Komunikasi Publik Terkait Presidensi G20

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak masyarakat dan seluruh elemen kementerian/lembaga untuk sejenak berhenti mempertentangkan isu politik. Menurut dia, seharusnya semua pihak fokus menguatkan komunikasi publik Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

Dia menekankan pentingnya komunikasi Presidensi G20 Indonesia. Pasalnya, Presidensi G20 merupakan kesempatan menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menangani pandemi dan pulih dari krisis kepada dunia.

"Sebentar lagi kita akan menghadapi tahun politik 2024. Jangan sampai kita terlalu sibuk bicara politik. Kita harus fokus untuk memperkuat komunikasi publik terkait Presidensi G20 Indonesia ini ke dunia," kata Moeldoko dalam forum tematik Bakohumas Menuju Presidensi G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Dia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara berkembang pertama yang menjadi Presidensi G20. Sehingga, negara-negara berkembang dan rentan di dunia memberikan banyak harapan kepada kepemimpinan Indonesia dalam kelompok ekonomi kuat dunia.

Terlebih, negara-negara yang tergabung dalam G20 menguasai 85 persen ekonomi dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan internasional dan 66 persen populasi dunia. Oleh sebab itu, komunikasi publik terkait G20 perlu diperkuat.

"Presidensi G20 Indonesia adalah pintu harapan bagi negara berkembang, namun di sisi lain kepemimpinan Indonesia harus bisa mempengaruhi negara-negara berkembang di dunia," jelas Moeldoko.

Presidensi G20 Indonesia

Dalam rangka Presidensi G20 Indonesia, KSP ditugaskan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai tim komunikasi dan pengelolaan media. Hal ini sesuai dengan Perpres no 12 tahun 2021 mengenai Panitia Nasional Presidensi G20 Indonesia.

Indonesia menerima secara resmi penyerahan tongkat estafet Presidensi G20 dari Italia dan mengambil tema “Recover Together, Recover Stronger” dalam Presidensi tahun 2022. Moeldoko menyampaikan bahwa hal ini harus dimaknai sebagai pesan dari Indonesia untuk dunia pulih bersama.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate menghimbau kanal dan insan komunikasi pemerintah untuk mengimbangi isu pertentangan politik dengan komunikasi publik yang berkaitan dengan kesuksesan Presidensi G20 Indonesia.

"Tinggalkan egosektoral, kita harus berkoordinasi dengan baik agar bisa menyampaikan substansi G20 dengan baik," tutur Johnny.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel