Moeldoko Jawab Keraguan Masyarakat soal Pemberantasan Korupsi di Tangan Jokowi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, komitmen Presiden Joko Widodo tidak pernah luntur dalam pemberantasan korupsi. Menurut dia, Jokowi selalu mengingat dan mengingatkan kepada jajarannya perihal jangan sampai terlibat rasuah.

"Kalau pun terjadi, bisa dilihat apakah Presiden pernah memihak? Apakah Presiden pernah melakukan pembelaan? Itu salah satu iktikad baik Presiden dalam konteks korupsi ini komitmennya," kata Moeldoko di Parlemen, Rabu (18/8/2021).

Moeldoko kemudian menyebut indikator-indikator lain, terkait komitmen Jokowi dalam hal pemberantasan korupsi. Salah satunya dengan tidak menihilkan pemberantasan korupsi, meski negara tengah fokus mengatasi masalah kesehatan akibat pandemi Covid-19.

"Presiden selalu menekankan dalam situasi pandemi ini yang menjadi prioritas utama adalah sektor kesehatan. Tetapi Presiden juga selalu mewanti-wanti jangan sampai agenda besar lain itu diabaikan oleh siapa pun. Nah, di antara agenda besar itu adalah bagaimana kita mencegah korupsi dan menghindari dari tindakan-tindakan korupsi," jelas Moeldoko.

Jokowi Pimpin Sidang Kabinet soal Korupsi

Kepala Staf Presiden Moeldoko saat wawancara dengan KLY di Jakarta, Rabu (16/1). Dalam wawancara tersebut Moeldoko memaparkan kinerja kerja pemerintahan Jokowi-JK hingga saat ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Kepala Staf Presiden Moeldoko saat wawancara dengan KLY di Jakarta, Rabu (16/1). Dalam wawancara tersebut Moeldoko memaparkan kinerja kerja pemerintahan Jokowi-JK hingga saat ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Moeldoko juga menyebut contoh lain. Salah satunya yang terjadi pada Juli 2021. Pada sidang kabibet terbatas dengan agenda utamanya adalah tentang bagaimana indeks persepsi korupsi dan pelayanan publik.

"Presiden langsung memimpin jalannya sidang kabinet dan menyatakan atensi yang serius bagi seluruh jajaran di kabinet," Moeldoko menandasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel