Moeldoko: KSP konsisten dukung pengembangan potensi daerah

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan, pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden terus mendukung pengembangan potensi ekonomi, sumber daya manusia maupun sumber daya alam di daerah.

Hal ini dia katakan saat menerima kunjungan Bupati Meranti di Kepulauan Riau, Muhammad Adil, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa, untuk membahas pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan di kabupaten kepulauan tersebut.

Baca juga: KKP jadikan Meranti sebagai pusat budi daya kakap putih nasional

“KSP selalu konsisten mendukung pemajuan daerah melalui program-program kolaboratif dengan kementerian/lembaga di tingkat pusat. Kabupaten Meranti punya potensi pangan sagu yang besar dan komoditas ikan kakap putih yang menguntungkan di sektor perikanan. Ini kekayaan yang pengelolaannya harus didukung oleh pemerintah di pusat dan di daerah,” kata Moeldoko dalam siaran pers di Jakarta.

Selama ini lahan pertanian di Kabupaten Meranti kerap kali terancam dengan banjir rob dan abrasi air laut, oleh karenanya pemerintah Meranti memohon bantuan pemerintah daerah dan pusat untuk pembangunan tanggul sepanjang kurang lebih 20 km guna menyelamatkan lahan pertanian produktif.

Baca juga: Kabupaten Meranti potensial bangun jaringan gas

Ia menyampaikan KSP akan berupaya untuk membangun koordinasi dengan Kementerian PUPR, kementerian/lembaga terkait dan pemerintah provinsi.

Di sektor pengembangan SDM, KSP juga mendorong pengembangan kejuruan di Kabupaten Meranti sehingga anak-anak muda bisa mendapatkan keahlian teknis untuk mengelola sumber daya di sana.

Kabupaten Meranti merupakan salah satu kawasan penghasil sagu terbesar di Indonesia selain Papua dan Maluku. Menurut laporan Adil, saat ini ada sekitar 81.000 Hektare lahan sagu yang menghasilkan sekitar 280.000.000 kg per tahun.

Baca juga: Meranti kabupaten termiskin di Riau, yang kaya minyak

Kabupaten kepulauan itu juga memiliki potensi perkebunan kelapa seluas 38.000 Hektare dan perkebunan karet seluas 21.000 Hektare

Meranti yang memiliki salinitas atau kadar garam yang terlarut dalam air berada di angka 24 sampai 25 ppt, juga disebut cocok dijadikan habitat untuk pengembangan kakap putih.

Namun jalan utama di Kabupaten Meranti masih belum dilakukan pengaspalan, sehingga menghambat distribusi ekonomi daerah. Potensi besar Kabupaten Meranti yang tidak dikelola secara maksimal juga berkontribusi pada tingkat kemiskinan di Kabupaten Meranti.