Moeldoko: KSP siap menjembatani kerangka kerja sama pertahanan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Pemerintah selalu terbuka dengan peluang kerja sama yang ditawarkan mitra asing kepada Indonesia, termasuk dalam bidang pertahanan.

"Merujuk pada kebutuhan sektor pertahanan, Kantor Staf Presiden (KSP) mendukung dan siap menjembatani kerangka kerja sama yang akan dijajaki. Nanti, ujung dari penjajakan itu ada di kebijakan Kementerian Pertahanan," kata Moeldoko dalam audiensi dengan Irkut Corporation dan PT Dirgantara Indonesia di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis.

Audiensi tersebut bertujuan untuk menjajaki potensi dan peluang kerja sama dalam produksi jet tempur Yak-130.

Menurut Moeldoko, jet tempur Yak-130 memiliki reputasi baik karena keunggulannya. Yak-130 tidak hanya lebih ringan daripada jet tempur lain, tetapi juga memiliki sistem kendali baik dan ketahanan tinggi, menurut mantan panglima TNI itu.

Baca juga: PT DI dan Kemhan tandatangani kontrak pengadaan CN235-220

"Yak-130 adalah suatu prototipe yang baik untuk (TNI) Angkatan Udara kita dan sangat mungkin hal ini untuk didalami melalui kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia. Terlebih lagi, ada peluang bahwa market Yak-130 ini bukan hanya di Indonesia, tapi juga bisa diproyeksikan kepada market ASEAN," jelasnya.

Sementara itu, Irkut Corporation, perusahaan produsen pesawat asal Rusia, mengikuti rangkaian acara Indo Defence 2022 Expo dan Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, hingga Sabtu (5/11).

Pameran industri pertahanan bertemakan Peace, Prosperity, Strong Defence itu merupakan event internasional yang memamerkan industri pertahanan darat, laut, dan udara.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari pihak Indonesia. Menurut kami, skema kerja sama antara Indonesia dan Irkut Corporation akan secara efektif mendukung ekonomi nasional karena bisa membuka lapangan pekerjaan dan berkontribusi pada pemasukan Indonesia," kata Direktur Jenderal Irkut Corporation Andrey Boginskiy.

Baca juga: PTDI-Airbus bekerja sama rawat helikopter dan pesawat militer