Moeldoko: Paham Radikal Sudah Menyusup ke Lembaga Pendidikan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan bahwa radikalisme dan intoleransi sudah menjadi ancaman nyata yang akan merusak integrasi bangsa Indonesia. Bahkan, kata dia, paham radikal sudah menyusup ke lembaga pendidikan.

"Paham radikal sudah menyusup di tengah-tengah masyarakat dan lembaga pendidikan. Ini harus kita waspadai, karena gerakannya tersistematis dan terstruktur," kata Moeldoko saat berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/9/2021).

Mantan Panglima TNI itu mengingatkan ancaman radikalisme menjadi bukti bahwa perang kebudayaan saat ini sudah terjadi. Tujuannya, ingin melumpuhkan kekuatan keyakinan ideologi.

Untuk itu, Moeldoko menilai dibutuhkan pendidikan dan pembentukan karakter secara komprehensif dan kolaboratif. Salah satunya, dengan melibatkan peran pondok pesantren.

"Saya berkeyakinan bahwa pesantren adalah center of gravity dalam pembangunan karakter building," ujarnya.

Peran Pesantren Kendalikan Covid-19

Santri di Pondok Pesantren El Bayan, Majenang, Cilacap vaksinasi Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Santri di Pondok Pesantren El Bayan, Majenang, Cilacap vaksinasi Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Di sisi lain, Moeldoko mengapresiasi pesantren yang aktif dalam pengendalian Covid-19. Dia berharap agar kondisi tersebut terus terjaga agar kasus virus corona tetap terkendali.

"Saya menyampaikan apresiasi dari Presiden Joko Widodo, pesantren sudah berperan aktif menekan Covid-19. Saya harap kondisi ini tetap dijaga, jangan sampai kita kembali lagi di masa PPKM darurat," jelas Moeldoko.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel