Moeldoko Pastikan Tim Transisi Pengelolaan TMII Bekerja Transparan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan tim transisi pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sudah mulai bekerja, usai pemerintah mengambil alih dari Yayasan Harapan Kita.

Dia memastikan, tim transisi TMII yang diketuai Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama akan bekerja secara transparan.

Hal ini disampaikan Moeldoko saat mengunjungi TMII, Jakarta Timur, Senin (12/4/2021). Moeldoko yang merupakan Pengarah Tim Transisi meminta manajemen TMII mulai mempersiapkan diri, seiring dimulainya masa transisi pengelolaan ke pemerintah.

"Semua harus berjalan secara transparan, sehingga tidak ada persoalan," kata Moeldoko dikutip dari siaran persnya, Senin.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan BUMN Pariwisata untuk mengelola TMII usai tim transisi bekerja tiga bulan. Menurut dia, pemerintah juga telah mempersiapkan berbagai rencana agar TMII yang selama 44 tahun ini dikelola Yayasan Harapan Kita bisa lebih baik lagi.

Mulai dari peningkatan fungsi anjungan-anjungan daerah yang akan dijadikan tempat berkumpulnya inovator sosial, budaya, dan teknologi. Kemudian, membuka ruang bersama bagi para penggemar teknologi untuk membawa Indonesia menuju Industri 4.0.

Selain itu, Moeldoko menyebut TMII ke depannya bisa menjadi tempat kajian, riset hingga pengembangan peradaban suku-suku budaya Indonesia. Dengan begitu, pengunjung yang datang bisa membayangkan luasnya Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama.

"Maka tidak lagi ada berbicara perbedaan suku, budaya, agama, tapi bicara persatuan dan kesatuan, ujar dia.

Adapun berbagai perbaikan ini dilakukan agar TMII dapat memberikan kontribusi yang lebih besar ke negara. Terlebih, TMII memiliki luas 146,7 hektare sehingga memiliki potensi ekonomi yang besar.

"TMII bisa dikembangkan jadi sebuah kekuatan dalam berikan kontribusi yang lebih ke negara," tutur Moeldoko.

44 Tahun Dikuasai Yayasan Harapan Kita

Wisatawan menaiki perahu bebek di obyek wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (21/6/2020). Setelah tidak beroperasi akibat pandemi, pengelola membuka kembali TMII dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dan pembatasan pengunjung. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Wisatawan menaiki perahu bebek di obyek wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (21/6/2020). Setelah tidak beroperasi akibat pandemi, pengelola membuka kembali TMII dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dan pembatasan pengunjung. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, pemerintah resmi mengambil alih pengelolaan aset negara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang selama 44 tahun ini dikuasai oleh Yayasan Harapan Kita. Adapun keputusan pengambil alihan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021.

Yayasan Harapan Kita sendiri sudah 44 tahun mengelola TMII. Yayasan ini dibina oleh Soehardjo, Bambang Trihatmodjo, dan Rusmono, serta Siti Hardiyanti Indra Rukman sebagai ketua umum. Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardiyanti merupakan anak dari Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Moeldoko mengungkapkan bahwa salah satu alasan pemerintah mengambil alih karena TMII yang selalu merugi selama dikelola Yayasan Harapan Kita. Moeldoko mengatakan pihak Yayasan harus menombok Rp 40-50 miliar setiap tahunnya untuk menutupi kerugian TMII.

"Perlu saya sampaikan sampai saat ini kondisi TMII dalam pengelolaannya itu mengalami kerugian dari waktu ke waktu. Saya dapat informasi bahwa setiap tahun, Yayasan Harapan Kita menyubsidi antara 40-50 miliar," jelas Moeldoko kepada wartawan, Jumat 9 April 2021.

TMII Lepas dari Keluarga Soeharto

Infografis TMII Lepas dari Keluarga Soeharto (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis TMII Lepas dari Keluarga Soeharto (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: