Moeldoko: Pemerintah kaji insentif untuk konversi ke kendaraan listrik

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah sedang mengkaji berbagai aspek untuk memberikan insentif bagi transisi dan konversi mobil, motor, dan angkutan umum dari konvensional ke berbasis listrik.

"Kita rapat terus menerus tentang pengembangan mobil listrik ini. Satu, bagaimana memikirkan tentang insentif agar Indonesia nanti jangan hanya menjadi market di kawasan Asia, karena Thailand dan Vietnam bagus itu insentifnya. Kita menuju kepada penyesuaian lingkungan itu," kata Moeldoko saat menghadiri Flag Off Touring Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB), di Monumen Nasional, Jakarta, Senin.

Moeldoko mengatakan insentif memang diperlukan untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik. Thailand dan Vietnam telah menerapkan insentif bagi industri kendaraan listrik untuk mempercepat pertumbuhan kendaraan yang diklaim ramah lingkungan itu.

Bahkan, kata Moeldoko, besaran insentif tersebut sudah dirumuskan oleh jajaran pemerintah.

Baca juga: Menhub lepas touring mobil listrik Jakarta-Bali

Baca juga: 393 mobil listrik untuk G20 tiba di Bali

"Insentifnya berapa yang pas untuk memberikan subsidi? Angkanya sudah ketemu, tapi belum bisa diumumkan karena harus melalui Menteri Keuangan," ucap dia.

Moeldoko juga mengapresiasi acara Flag Off Touring Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) yang digelar oleh Kementerian Perhubungan. Menurut dia, peluncuran kendaraan listrik itu dapat menjadi pembuktian bagi masyarakat yang masih meragukan performa kendaraan listrik.

Event ini sangat berani karena berani menjawab pertanyaan di masyarakat. Pertama, bisa nggak sih motor listrik itu jarak jauh, ini bisa nih. Charging-nya bisa tidak sih, bisa itu tidak ada masalah, kebakaran tidak sih, kesetrum tidak sih?" ujar Moeldoko.

Baca juga: Citi: Industri nikel dan baterai listrik bisa kuatkan ekonomi nasional

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap tur kendaraan listrik berbasis baterai dari Jakarta ke Bali menjadi pertunjukan kapabilitas kendaraan berbasis listrik. Tur itu juga diharapkan mampu menarik investasi maupun memunculkan ide kreatif untuk memajukan industri otomotif berbasis baterai di Indonesia.

"Jadi kendaraan listrik itu convenient (nyaman), tidak bersuara sama sekali. Jangan hanya berhenti di touring ini. Mari kita mulai migrasi besar untuk bangsa menuju konversi tenaga listrik,” kata Budi Karya.