Moeldoko sebut kunjungan Kastaf Gabungan AS ke Panglima TNI hal wajar

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mengatakan, kunjungan Ketua Gabungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (Chairman of the Joint Chiefs of Staff/CJCS), Jenderal Mark AA Milley, kepada Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, Minggu (24/7), merupakan hal wajar untuk memperkuat komunikasi antara dua negara.

“Pertemuan antara para panglima itu hal yang wajar karena di situ perlunya memperkuat komunikasi sehingga persahabatan dari waktu ke waktu semakin baik,” kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin.

Pensiunan jenderal TNI AD yang juga mantan panglima TNI, ini menjelaskan, pimpinan militer Indonesia juga kerap berkunjung ke negara lain untuk menemui koleganya guna menyampaikan aspirasi dan keinginan Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar kedua negara memiliki kesepahaman dalam memandang suatu isu.

Baca juga: Jenderal Mark AA Milley: Indonesia negara penting untuk AS

“Biasa, kami juga berkunjung ke panglima sebuah negara untuk bertukar pikiran, untuk menyampaikan (pendapat): Kami inginnya begini. Ah itu biasa kami lakukan seperti itu agar negara lain juga paham bahwa Indonesia punya sikap dalam melihat situasi lingkungan seperti apa. Itu biasa kami lakukan seperti itu,” kata dia.

Milley pada Minggu (25/7) menemui Perkasa. Dalam kesempatan itu, Milley yang sebelumnya adalah kepala staf Angkatan Darat Amerika Serikat menyatakan Indonesia merupakan negara penting bagi Amerika Serikat.

Baca juga: Latihan "Garuda Shield" tingkatkan kemampuan dan komunikasi prajurit

Angkatan Bersenjata Amerika Serikat terdiri dari enam matra, yaitu Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, Korps Marinir, Penjaga Pantai, dan Komando Ruang Angkasa yang baru beberapa tahun berdiri. Suksesi kepemimpinan puncak Angkatan Bersenjata Amerika Serikat terjadi secara bergiliran sesuai mandat dari presiden negara itu di antara kepala staf keempat matra, yaitu di antara kepala staf operasi/kepala staf, dan komandan Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Korps Marinir.

Baca juga: Garuda Shield juga jadi ajang kerja sama kehumasan TNI AD-AD AS

"Penting bagi Asia Tenggara, Asia, dan seluruh dunia," kata dia, usai bertemu kolega Indonesianya, di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan lebih dari dua pertiga perdagangan internasional melewati wilayah pasifik dan sebagian besar datang lewat jalur laut di Indonesia. ”Sebagai negara terbesar keempat dan negara Muslim terbesar, serta militer profesional yang tangguh dan mitra militer AS," ujarnya pula.

Ia mengajak Indonesia untuk bahu-membahu bersama TNI dan rakyat Indonesia. Selain itu, dia juga mendukung negara lain di kawasan untuk mempererat kerja sama di masa depan.

Baca juga: Kasad: Persiapan disempurnakan agar Garuda Shield berjalan lancar

Kunjungan Milley ke Markas Besar TNI ini menandai peningkatan kerja sama militer antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

"Kedatangan ini setelah 14 tahun (pejabat setingkat ini) tidak melaksanakan kunjungan kerja ke Indonesia," kata Perkasa dalam suatu sambutan tanpa teksnya di sela makan siang kehormatan.

Baca juga: TNI jalin kerja sama militer dengan AS

Ia mengungkapkan berbagai hal menjadi pembicaraan dalam pertemuan tersebut untuk meningkatkan persahabatan, pelatihan bersama guna meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan dalam menghadapi tantangan keamanan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel