Moeldoko soal TMII: Kita Patut Berterima Kasih kepada Bapak Soeharto

Hardani Triyoga, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menilai keberadaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diprakarsai keluarga Presiden RI ke-2 Soeharto patut dihargai. Sebab, sang pencetus ide, istri Soeharto, Siti Hartinah, atau dikenal Tien Soeharto menjadikan TMII bagi tempat wisata yang bernuansa budaya nusantara.

"Untuk itu, kita patut berterima kasih kepada Bapak Soeharto dan Ibu Tien yang memiliki ide yang begitu menjangkau masa depan. Tempat itu sampai dengan saat ini betul-betul bisa dinikmati oleh anak-anak kita," kata Moeldoko di kantornya Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat 9 April 2021.

Moeldoko bilang, sebagaimana TMII kini diambil alih pemerintah, sebetulnya pengelola dalam hal ini Yayasan Harapan Kita dari waktu ke waktu mengalami kerugian. Sudah hampir 44 tahun Yayasan Harapan Kita mengelola TMII.

Kata dia, pemerintah dalam hal ini Kementerian Sekretariat Negara memberikan pendampingan untuk tata kelola TMII ke depannya.

Pun, berdasarkan penilaian sejumlah pihak termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan maka tanah negara seluas hampir 150 hektare tersebut untuk sementara Kementerian Sekretaris Negara yang mengambil alih.

"Namun, sekali lagi di dalam pengelolaanya perlu ada perbaikan. Di situ poinnya," kata Moeldoko.

Kemudian, ia menekankan, setiap tahunnya Yayasan Harapan Kita 'nombok' untuk operasional TMII. Tiap tahunnya, kata mantan Panglima TNI ini, kerugian yayasan mencapai Rp40 - Rp50 miliar cuma urusan operasional TMII.

"Kita ingin ada perubahan. Ada optimalisasi dari aset negara yang belum teroptimalkan dengan baik. Pasti semua melalui evaluasi," ujarnya.

Sebelumnya, usai mengambil alih pengelolaan TMII dari yayasan Harapan Kita, Kementerian Sekretariat Negara berencana menyerahkan pengelolaannya kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pariwisata.

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno mengatakan pihaknya akan meminta tolong pada salah satu BUMN pariwisata untuk mengelola TMII. Harapannya, pengelolaan TMII akan lebih profesional dan bisa berkontribusi pada negara.

"Nantinya kita akan meminta tolong salah satu BUMN pariwisata untuk mengelola TMII ini, jadi dikelola oleh orang-orang yang profesional, lembaga yang profesional dan harapannya akan jauh lebih baik dan memberikan kontribusi kepada keuangan negara," kata Pratikno, Jumat 9 April 2021.