Moeldoko: UMKM jangan ragu masuk digital

Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mengingatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan ditinggalkan konsumen jika tidak melek terhadap pasar digital (go digital).

“UMKM harus menuju dunia digital. UMKM Jangan ragu masuk digital. Saat ini konsumen tidak ingin hal-hal yang ribet, apalagi kalau sudah berbicara soal waktu, semua harus cepat,” kata Moeldoko di Rumah BUMN di Cirebon, Jawa Barat, Rabu, sebagaimana keterangan tertulis diterima di Jakarta.

Moeldoko mengatakan dunia digital akan membuka peluang besar dan membawa perubahan drastis bagi perkembangan UMKM. Karena itu, dia meminta seluruh pihak mendukung percepatan UMKM merambah digitalisasi. Apalagi, kata dia, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang tidak goyah meski dihantam krisis.

Dia mengaku senang dengan inisiatif masyarakat yang secara kolaboratif mengembangkan ide bisnis melalui program Rumah BUMN.

"Saya mengapresiasi inisiatif-inisiatif seperti ini karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpikir keras bagaimana UMKM bisa naik kelas dan go digital. Rumah BUMN bisa jadi jembatan pelaku UMKM kepada dunia perbankan dan pasar. Tapi kalau anda tidak mau go digital, sudah pasti akan ditinggalkan konsumen," ujar dia.

Program Rumah BUMN berfokus pada pemberdayaan UMKM menjadi go digital. Dengan peningkatan literasi dalam berniaga secara digital, pelaku UMKM diharapkan mampu mendiversifikasi saluran pemasaran produk mereka sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan daya saing.

Moeldoko pada Rabu (9/11) melakukan kunjungan kerja ke Cirebon dan juga Tegal, Jawa Tengah. Salah satu fokus kunjungan kerja ini adalah meninjau pengembangan UMKM di daerah.

Di Tegal, Moeldoko meninjau langsung aktivitas ekonomi di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari.

Selain berdialog bersama para nelayan terkait harga kebutuhan pokok, harga jual ikan dan kebutuhan operasional para nelayan, Moeldoko mengimbau agar produk pengolahan ikan bisa dipasarkan secara digital melalui UMKM agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca juga: Pengamat harap digitalisasi UMKM bisa cakup seluruh UMKM di Indonesia
Baca juga: Kisah UMKM kembangkan furnitur lokal manfaatkan digitalisasi
Baca juga: Menkop Teten: 20,5 juta pelaku UMKM onboarding ekosistem digital