Moeldoko Ungkap Peran Baterai Mobil Listrik Buatan Indonesia

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Industri otomotif Indonesia saat ini sedang berada dalam transisi, menuju era elektrifikasi atau kendaraan listrik. Langkah ini ditempuh, demi mengurangi ketergantungan impor sekaligus membersihkan langit dari polusi udara.

Tak hanya pemerintah, para pelaku industri juga aktif mencari cara agar Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, bisa dijalankan dalam waktu singkat.

Salah satu contohnya, yakni memiliki pabrik untuk memproduksi baterai yang digunakan oleh kendaraan listrik. Hal itu diungkapkan langsung oleh pendiri PT Mobil Anak Bangsa atau MAB, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu menyatakan, bahwa keberadaan pabrik baterai akan sangat berpengaruh pada akselerasi pengembangan berbagai jenis kendaraan listrik di Tanah Air.

“Harapannya, tiga sampai empat tahun ke depan bisa ada baterai yang ada di Indonesia, baterai listrik. Itu bakal luar biasa,” ujarnya belum lama ini, dikutip VIVA Otomotif Selasa 27 April 2021.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Presiden itu mengungkapkan, kehadiran baterai kendaraan listrik buatan lokal bakal mendongkrak tingkat kandungan dalam negeri pada unit yang diproduksi.

“(TKDN bus listrik buatan MAB) saat ini sudah 40 persen. Nanti kalau baterai listrik sudah ada di Indonesia, itu kira-kira bisa naik jadi 80 persen,” tuturnya.

Saat ditanya alasan mengapa MAB fokus pada transportasi umum dan bukan kendaraan pribadi, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia itu menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan rencana pemerintah di masa depan.

“Ada kebijakan pemerintah untuk melakukan transisi angkutan publik, itu nanti secara bertahap. Nah, itu yang kami respons, kami antisipasi agar nanti tidak ketinggalan,” ungkapnya.