Moerdiono Wafat Dipelukan Putri Sulungnya

INILAH.COM, Jakarta - Mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono wafat di  RS Gleneagles Singapura hari Jumat (7/10/11) pukul 18.40 waktu WIB.

Menurut pengacara keluarga Moerdiono, Henry Yosodiningrat, almarhum menghembuskan nafas terakhir dalam pelukan putri sulungnya, Ninuk Mardiana Pambudy dan ditemani putranya yang bernama Nanang. "Saya dikabarkan ketika beliau kritis dan wafat," ujar Henry ketika dihubungi, Jumat (7/10/2011).

Henry mengatakan, almarhum memang sudah lama sakit dan dirawat di Rumah Sakit Gleneases Singapura kurang lebih satu bulan.  Moerdiono menderita komplikasi paru-paru.

Pihak keluarga kata dia masih menunggu petugas KBRI untuk diserahkan kepada Pemerintah Indonesia. "Kita juga belum tahu, kapan akan diterbangkan ke Jakarta. Apakah akan langsung ke Taman Makam Pahlawan Kalibata atau ke rumah duka di Jalan Sriwijaya no 23. Ada wacana begitu," terangnya. Namun, yang pasti, lanjut dia, Moerdiono dimakamkan besok, Sabtu (8/10/2011).

Moerdiono (lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 19 Agustus 1934) adalah mantan Menteri Sekretaris Negara Indonesia, menjabat selama dua periode, Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988-17 Maret 1993) dan Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993-16 Maret 1998). Sejak awal ia meniti kariernya di sekretaris negara. Ia dikenal dekat dengan Soedarmono. [mvi]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.