Mohamed bin Zayed Batal Beri Kuliah Umum di UMS

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed batal memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kabar tersebut disampaikan Rektor UMS Prof Sofyan Hanif di sela media gathering panitia Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Gedung Walidah, Jumat (11/11) malam.

"Karena acara peresmian dimajukan besok Senin, maka beliau tidak jadi mampir ke UMS. Katanya waktunya terbatas, mau kunjungan ke negara lain," ujar Sofyan.

Sofyan mengaku mendapatkan pemberitahuan pembatalan kedatangan Mohmmed Bin Zayed bersamaan dengan undangan peresmian Masjid Sheikh Zayed pada Jumat siang. Meski sedikit kecewa Sofyan memaklumi ketidakhadiran Presiden UEA tersebut.

"Beliau kan banyak acara yang lebih penting," katanya.

Sofyan menjelaskan, rencana awal Presiden UEA memang dijadwalkan memberikan kuliah umum di Edutorium UMS. Pihaknya sudah mempersiapkan 10.000 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan langka tersebut.

"Presiden UEA akan memberikan kuliah umum untuk mahasiswa. Materinya kita belum tahu, mungkin tentang perkembangan di negaranya," katanya.

Dikatakan Sofyan, kunjungan Presiden UEA tersebut merupakan rangkaian kegiatan peresmian Masjid Sheikh Zayed di Solo. Sebelum peresmian masjid, Presiden Mohmmed Bin Zayed akan terlebih dahulu memberikan kuliah umum.

"Rencananya dari Bandara Adi Soemarmo akan mampir dulu ke Edutorium UMS, baru kemudian meresmikan masjid," jelas Sofyan.

Peresmian Masjid Sheikh Zayed Solo dimajukan dari rencana awal, Kamis (17/11), menjadi Senin (14/11). Kabar tersebut disampaikan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat bertemu dengan wartawan di Solo, Jumat (11/11).

"Peresmiannya maju ya, jadi tanggal 14 November," ujarnya.

Menurut Gibran, pengajuan hari peresmian tersebut sudah diketahui Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed Bin Zayed maupun Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

"Presiden pulang dari Kamboja langsung ke Masjid Sheikh Zayed. Biar lebih enak, biar fokus di sana, pagi-pagi jam 7. Kalau Pangeran MBZ sudah diberitahu juga," katanya.

Meskipun dimajukab tiga hari, Gibran memastikan persiapan peresmian sejauh ini sudah berjalan baik. Kekirangan - kelurangan kecil yang tersisa segera dikebut pengerjaannya.

"Fasilitas sudah siap, tinggal ngebut. Semakin mepet kerjanya malah semakin ngebut," katanya.

Menurut Gibran, pada Kamis, (10/11) kemarin dirinya bersama dirjen PUPR melakukan pengecekan untuk yang terakhir kalinya.

"Iya pengecekan terakhir sama bu Diana (Dirjen Cipta Karya PUPR). Sudah selesai semua. Nanti masyarakat boleh masuk, tenang saja," katanya.

Dikatakan Gibran, sehari sebelum peresmian juga akan dikukuhkan pengelola, imam besar dan lainnya. Karena dilakukan sejak pagi, Gibran menjelaskan rangkaian acara peresmian tidak akan ada salat Dhuhur seperti rencana semula.

"Untuk rangkaian acaranya tidak ada salat Dhuhur. Tapi nanti dilihat dulu ya, soale baru tadi pagi updatenya," pungkasnya.

[rnd]