Molnupiravir Berpotensi Jadi Obat COVID-19, Menkes: Kami Mulai Dekati Pabrikannya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin angkat bicara mengenai potensi obat untuk COVID-19. Budi mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan bersama BPOM dan rumah sakit vertikal melakukan review dan uji klinis dari obat-obatan baru COVID-19.

Review dilakukan bukan hanya untuk obat yang sifatnya antibodi monoklonal (protein buatan yang meniru kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan patogen berbahaya) tapi juga obat antivirus seperti molnupiravir buatan Merck.

"Terus kita approach (lakukan pendekatan) pabrikannya," kata Budi dalam konferensi pers PPKM pada Senin, 4 Oktober 2021.

Indonesia sendiri sudah merencanakan uji klinis obat untuk COVID-19. Budi berharap akhir tahun sudah diketahui obat mana yang cocok untuk masyarakat Indonesia dalam menghadapi virus SARS-CoV-2.

Soal Obat Molnupiravir

Jelang akhir pekan kemarin, perusahaan farmasi raksasa, Merck, mengumumkan bahwa obat COVID-19 eksperimental mereka yakni molnupiravir, menunjukkan hasil yang baik dalam melawan virus Corona.

Merck mengumumkan bahwa dalam uji klinis internasional obat COVID-19 molnupiravir menurunkan risiko perawatan di rumah sakit dan kematian pada hampir setengah dari mereka yang terinfeksi COVID-19 bergejala ringan dan sedang.

Studi ini dilakukan pada pasien COVID-19 di beberapa negara yang belum divaksin dengan paling tidak satu faktor risiko seperti di atas 60 tahun, diabetes, dan obesitas.

Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19.

Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel