Momen Akrab Gibran dan AHY, Saling Puji meski Beda Level

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dikenal berteman baik dengan putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu Gibran Rakabuming Raka.

Sejak kurang lebih lima tahun silam, mereka berdua sempat beberapa kali dipertemukan dalam satu agenda yang sama. Hubungan baik antara AHY dan Gibran berawal dari pertemuan mereka di Istana Merdeka ketika AHY hendak meminta restu peluncuran The Yudhoyono Institute kepada Presiden Jokowi.

Mengetahui kabar akan kedatangan AHY ke istana, Gibran yang kala itu belum menjadi Wali Kota Solo, mengaku segera lari menemui bapak meminta izin menyediakan suguhan spesial untuk AHY.

"Saya izin ke Bapak, 'Pak ini kan yang datang Mas Agus, boleh saya masakin sesuatu enggak?' Saya masakin gudeg, bubur lemu. Gudeg tapi makannya pakai bubur," tutur Gibran kala itu.

Gibran pun sempat menanyakan ke Agus tentang rasa makanan yang diracik khusus untuknya. Agus mengatakan bahwa masakan suguhan Gibran sangatlah lezat. "Sangat enak Mas Gibran. Ini pertama kali saya makan gudeg sama bubur lemu. Mudah-mudahan sukses mas usahanya," ucap Agus sambil tersenyum.

Tidak mau kecolongan, pertemuan pertamanya dengan AHY ini dimanfaatkan oleh Gibran untuk menitipkan pesan khusus kepada Agus. Menurut Gibran, AHY punya potensi menjadi seorang pemimpin muda.

"Pada intinya tokoh-tokoh muda seperti Mas Agus ini harus tampil. Indonesia harus diisi oleh orang-orang, tokoh muda," katanya Gibran.

Agus pun unjuk bicara tentang pertemuannya dengan Jokowi dan Gibran. Menurutnya mereka sempat membahas terkait perubahan yang begitu cepat. Tak hanya teknologi, namun juga pada sektor ekonomi, sosial, bisnis maupun politik. Dia juga sependapat dengan Jokowi bahwa semua pihak harus dapat menyesuaikan diri dengan cepat dengan adanya perubahan yang begitu cepat pula.

Agus juga berharap pertemuannya dengan Jokowi dan Gibran tak berhenti sampai hari itu. "Tentu ini saya yakin bukan jadi pertemuan terakhir, justru yang pertama dan saya sangat senang jika terus bersilaturahim, berdiskusi, bersahabat dengan siapa pun, terutama juga dengan Mas Gibran, juga lainnya."

Selang kurang lebih satu tahun dari pertemuannya bersama Gibran di Istana Merdeka, pada April 2018 mereka kembali dipertemukan di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Solo. Agus mengaku menemui Gibran untuk menepati janji, mampir ke usaha yang dikelola oleh putra sulung Presiden Jokowi itu.

Ketika diwawancarai media, AHY mengatakan bahwa memulai usaha itu cukup dari hal yang paling sederhana. Dia pun mencontohkan Gibran sebagai role model untuk calon–calon pengusaha muda.

"Saya mengapresiasi entrepreneurship dari hal yang sederhana, sudah ada 33 outlet di Indonesia dan sekarang mau ekspansi ke luar negeri," ucap Agus.

Dia pun mengajak masyarakat untuk mulai membangun jiwa–jiwa kewirausahaan. Salah satu bisnis yang memiliki peluang besar di Indonesia adalah bisnis kuliner.

"Kita tahu kuliner khas Indonesia yang sebetulnya bisa dinikmati oleh konsumen luar," pungkasnya.

Gibran pun mengatakan bahwa pertemuannya dengan AHY tidak ada kaitannya dengan politik sama sekali. "Pertemuan malam ini tidak ada berkaitan dengan politik. Ini hanya sebatas teman dan silaturahmi," ungkap Gibran.

Baru–baru ini kembali ramai di sosial media yang membahas tentang AHY dan Gibran. Salah satu cuitan di twitter yang trending adalah milik hon Sitorus.

John meminta AHY untuk belajar berpidato kepada Gibran. Cuitan yang diunggah pada 16 September 2022 itu berisi, "Mas @AgusYudhoyono coba deh belajar sama mas @gibran_tweet. Saat kampanye Pilkada Solo, beliau enggak pernah sekalipun bawa-bawa nama bapaknya sebagai modal mengalahkan lawan politiknya," ungkap Jhon.

Gibran menanggapi hal tersebut dengan santai. Dirinya mengaku tak terlalu memperhatikan apakah pidato-pidatonya selama ini sering menyebut bapaknya atau tidak.

"Nek aku membanggakan diri sendiri. Ya tidak tahu, tanya warga saja menilainya seperti apa," tutur Gibran saat ditemui awak media pada Senin (19/9).

Gibran mengaku hubungannya dengan AHY masih terjalin baik meskipun sering dibanding–bandingkan dan sudah cukup lama tidak berjumpa. Dia pun tak mau jika harus dibandingkan dengan seniornya. Menurut Gibran, dia jelas masih jauh di bawah level AHY.

"Hubungan kita baik banget, lama enggak ketemu. Aku i sopo to, aku cuma Wali Kota. Beliau kan ketua umum (Partai Demokrat). Kan beda level, aku di level terendah. Beliau lebih di atas saya, lebih senior, beliau ketua umum, banyak pengalaman," ucap Gibran.

Gibran juga menanggapi tentang perilaku masyarakat yang sering membanding-bandingkan kinerja Jokowi dan SBY. "Ya tidak apa-apa to. Malah bagus," pungkasnya.

Reporter: Putri Oktaviana [cob]