Momen Alumni Minta Program Kartu Prakerja Jokowi Dilanjutkan Seumur Hidup

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan alumni penerima program Kartu Prakerja di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6). Di sela-sela sambutan, Jokowi berdialog dengan para alumni.

Kepala Negara mengundang empat orang alumni untuk maju ke depan. Di antaranya adalah Pudencia atau Dea. Jokowi mengawali dialog dengan menanyakan daerah asal Dea.

"Dari mana?" tanya Jokowi.

"Saya dari Ende, Flores, NTT," jawab Dea.

Kepada Jokowi, Dea menceritakan bagaimana dia mengetahui adanya program Kartu Prakerja. Dea mengaku mendapatkan informasi pembukaan Kartu Prakerja dari internet pada awal 2020. Tapi pikir panjang, saat itu dia langsung mendaftarkan diri.

"Saya mencobanya dari gelombang satu tapi lulusnya sampai gelombang ke-13," kata Dea.

Perempuan berkulit cokelat ini mengatakan sebelum mengikuti program Kartu Prakerja, dia menjadi honorer di salah satu puskesmas. Selama menjadi honorer, dia tak pernah mendapatkan upah.

Setelah dinyatakan lolos seleksi program Kartu Prakerja gelombang ke-13, Dea langsung mengikuti tiga jenis pelatihan. Di antaranya Microsoft Word dan Excel.

Jokowi kemudian menanyakan jumlah insentif yang diterima Dea selama mengikuti program Kartu Prakerja. Dea memastikan insentif yang diterimanya lengkap sesuai ketetapan pemerintah.

"Diterima komplit," ucapnya.

Dea mengaku merasakan betul dampak dari program Kartu Prakerja. Setelah menjalani pelatihan dari program Kartu Prakerja, dia langsung diterima sebagai karyawan di salah satu bandara di NTT.

Di hadapan Kepala Negara, Dea mengusulkan agar program Kartu Prakerja dilanjutkan karena berdampak positif bagi masyarakat. Meskipun, ke depan Jokowi tak lagi menjadi Presiden Indonesia.

"Usulnya maunya Prakerja jangan sampai di sini. Maunya biar meskipun bapak tidak jadi presiden lagi, lanjutkan terus sampai seumur hidup," kata Dea disambut riuh tawa peserta.

Jokowi juga tak kuasa menahan tawa. Dia meminta Dea tak melanjutkan usulannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini khawatir usulan tersebut menjadi ramai diperbincangkan.

"Ramai ini, ramai ini, hati-hati, hati-hati. Udah stop, ini nanti ramai," ujar Jokowi. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel