Momen Anies Menyaksikan Pasien COVID-19 Meninggal Dunia

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membagikan momen saat menyambangi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu siang, 24 Januari 2021.

Dalam kunjungan itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI juga menyaksikan pasien COVID-19 yang sebelumnya dirawat, meninggal dunia.

Momen Anies menyaksikan pasien COVID-19 meninggal dunia itu diabadikan dalam sepenggal cerita dan foto yang dia unggah di laman Facebook pribadinya.

Baca juga: Setelah 7 Pekan Zona Merah, Depok Kini Berzona Oranye COVID-19

Anies menyaksikan dari layar monitor pengawas di ruang ICU RSUD Cengkareng, mengatakan ketika pasien baru saja ditutup kain putih maka ikhtiar manusia berhenti di situ. Semua alat dilepas dan pasien tersebut telah menjadi jenazah.

"Siang itu, menjelang pukul 14, di RSUD Cengkareng, berdiri di depan layar tv, di ruang kontrol yang memonitor setiap pasien ICU, kami menyaksikan dari dekat...Peristiwa itu dekat. Apalagi kain putih itu menutup wajah dan badan orang yang kita kenal. Momen yang tak berjarak," tulis Anies.

Tak lama setelah itu, Anies menemui keluarga pasien di depan pintu ruang jenazah. Anies bisa merasakan duka teramat dalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Dalam hitungan jam, menjelang Maghrib, jasad jenazah pasien itu tiba di pemakaman dan siap dimasukkan ke peristirahatan terakhirnya.

"Teman-teman semua, ini bukan fiksi dan bukan sekadar angka statistik. Ini akhir dari sebuah perjalanan anak manusia yang diterpa wabah: Bermula dari tertular COVID-19 dan berujung pada kematian," ujarnya.

Anies mengingatkan bahwa penularan terbanyak saat ini menimpa klaster keluarga. Ketika satu orang terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain. "Fakta saat ini, paling banyak yang terpapar adalah usia muda, tapi paling banyak meninggal adalah usia tua. Janganlah jadi penular. Ikutlah mencegah penularan," ungkapnya.

Ia tak bosan mengimbau masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah, kecuali kegiatan mendesak dan mendasar. Saat pulang maka taati protokol kesehatan. Mencuci tangan, memakai masker dan hindari kontak fisik dengan keluarga.

"Pakai masker itu tidak nyaman, tapi ingatlah, terkena COVID-19 itu jauh lebih tidak nyaman. Berjarak, tak bersalaman dengan keluarga itu terasa aneh, tapi ingatlah terpisah untuk isolasi bahkan berpisah selamanya itu jauh amat tidak nyaman," terang Anies.

"Jadi jangan lelah, jangan lengah. Sekali lagi, virus itu bukan fiksi. Ini semua adalah nyata. Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi semua," imbuhnya.