Momen Bersejarah, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi Pertama di ASEAN

Merdeka.com - Merdeka.com - Proyek Jakarta Cepat Jakarta-Bandung masih terus berjalan. Bahkan, kereta cepat ini ditargetkan bisa beroperasi pertengahan tahun depan.

Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Presiden China Xi Jinping telah menyaksikan langsung secara virtual proses uji dinamis Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kegiatan itu dilakukan langsung selepas KTT G20 Bali pada Rabu (16/11).

Adapun proses uji dinamis itu dilakukan langsung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pada uji coba operasional ini, tim KCIC mengoperasikan Kereta Inspeksi (CIT) yang meluncur dari Stasiun Tegalluar Bandung menuju Casting Yard 4.

Pada kesempatan itu, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang melaporkan progres proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

"Progres pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung saat ini sudah mencapai 80,40 persen. Saya dan NDRC terus berkoordinasi dengan baik untuk memastikan penyelesaian proyek ini pada pertengahan tahun depan," kata Menko Luhut saat berbicara langsung di depan Jokowi dan Xi Jinping, Rabu (16/11).

"Ini harus jadi dan tidak boleh mundur. Ini adalah tekad saya pribadi untuk menyelesaikan ini," tegas Luhut.

Menurut Luhut, proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung telah jadi landmark bagi kerja sama bilateral antara Indonesia dan China. Luhut pun berkomitmen untuk menyelesaikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada pertengahan tahun depan, dan tidak memberikan kompromi untuk keterlambatan pengerjaan.

Cetak Sejarah di ASEAN

Menteri BUMN Erick Thohir juga berjanji akan mengoptimalkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sebagai kereta cepat pertama di Indonesia.

Dia mengatakan, Proyek KCJB merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diproyeksikan akan memberikan dampak positif tidak hanya di sektor transportasi tetapi juga perekonomian.

"Ini momen bersejarah. Tak hanya menjadi salah satu ikon kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China, namun juga akan makin mengintegrasikan antar moda transportasi di Jakarta dan Bandung. Kami akan terus optimalkan kereta cepat pertama di Tanah Air ini. Nanti jika sudah terhubung antar moda LRT di Jakarta, lalu kereta cepat, dan kereta lokal di Bandung, maka kita memiliki paket integrasi antar moda terbaik di tanah air," ujar Erick dalam keterangannya.

Setelah pembangunan skala penuh dimulai pada Juni 2018, proyek kolaborasi Indonesia dan China ini telah melakukan uji coba operasional yang disaksikan secara daring oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping sebagai bagian dari agenda Pertemuan Bilateral kedua negara dari Nusa Dua, Bali pada Rabu (16/11). Kereta Cepat Jakarta Bandung ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan 2023.

"Saat ini persiapan sudah on track, dan telah dilakukan kunjungan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Oktober 2022 lalu untuk meninjau persiapan showcase G20," kata Erick.

Indonesia Negara Pertama di ASEAN

Hadirnya KCJB menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki layanan kereta api cepat pertama di Asia Tenggara. KCJB menjadi alternatif moda transportasi massal bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan cepat, nyaman, dan aman.

Tidak hanya itu, proyek ini memberikan dampak sosial ekonomi dan lingkungan, antara lain berupa penciptaan lapangan pekerjaan, baik saat pembangunan proyek dan setelah pengoperasian, mengurangi kemacetan, mengurangi emisi dan penggunaan BBM.

Kemudian penghematan waktu perjalanan; potensi pengembangan kawasan baru/pertumbuhan ekonomi di sekitar stasiun, peningkatan konektivitas dan kemudahan pengguna, peluang usaha, khususnya UMKM yang dapat menimbulkan multiplier effect, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

[idr]