Momen Dirjen PHU Jajal Bus Shalawat dan Sapa Jemaah di Penginapan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebagian jemaah sudah menyelesaikan thawaf ifadah setelah fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Sembari menunggu jadwal kepulangan dan pemberangkatan ke Madinah, jemaah lebih banyak melakukan umrah sunah atau sekadar bersantai di penginapan.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, memutuskan mendatangi langsung salah hotel di kawasan sektor III Raudhah untuk melihat aktivitas jemaah . Kali ini, Hilman memilih meninggalkan mobil pribadinya. Dia menumpang bus shalawat dari depan kantor Daerah Kerja Makkah. Tampak Kepala Daerah Kerja Makkah, Mukhammad Khanif, mendampingi.

Hilman terlebih dulu menaiki bus yang mengarah ke Terminal Syieb Amir. Terminal menghubungkan sejumlah bus yang berbeda wilayah.

Setibanya di Terminal Syieb Amir, Hilman meluangman sedikit waktu untuk melihat kesibukan terminal tersebut. Kemudian, dia melanjutkan perjalanan menumpang bus shalawat nomor tiga yang sehari-hari beroperasi di kawasan Raudhah.

Selama di perjalanan, Dirjen juga sempat berdialog dengan jemaah serta membantu jemaah turun dari bus ke hotel mereka masing-masing. Rute ini termasuk padat karena ada 21.015 jemaah yang harus dilayani. Mereka tersebar di enam hotel yakni, Winar hotel, Safwat Al Sharooq, As Sagreya Tower Hotel, Tharawat Al Raudhah, Retaj Al rayyan dan Al lu’luah hotel. Adapun tujuan Hilman dan rombongan mendatangi Hotel Safwat Al Sharooq.

Setibanya di lokasi, dia menyapa jemaah. Setelah merasakan sensasi naik bus shalawat, Hilman bersyukur jemaah terbantu dengan keberadaan bus shalawat.

"Alhamdulillah secara umum jemaah terlayani dengan baik. Pesan Pak Menteri, jemaah harus terlayani hingga mereka pulang sampai rumah masing-masing," ujar Dirjen.

Dia juga sempat berdialog sempat berdialog dengan jemaah yang ada di hotel itu. Ragam hal di ceritakan jemaah, termasuk porsi makanan yang terlalu sedikit.

Perjalanan ke Madinah Gunakan Bus Kualitas Terbaik

Dalam kesempatan yang sama, Hilman juga menyinggung kesiapan petugas Daker Madinah menyambut jemaah gelombang kedua. Jemaah yang berada di Makkah selanjutnya akan diberangkatkan lagi ke Mina untuk melakukan salah satunya Salat Arbain di Masjid Nabawi.

Pergeseran jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah akan dimulai pada 21 Juli 2022. Hilman memastikan, jemaah akan diantar dengan bus yang kualitasnya cukup baik.

"Insya Allah proses pendorongan dari Mekkah ke Madinah untuk jemaah yang berangkat gelombang dua itu sudah siap. Fasilitas transportasi juga sudah kita siapkan," katanya.

Bus antar kota tersebut memiliki kualitas dan standar baik karena merupakan keluaran baru. Bus masih cukup layak jalan sebab usianya tidak ada yang di atas lima tahun.

Menurutnya, tidak ada perbedaan fasilitas yang didapat jemaah gelombang satu dan dua saat berada di Madinah. Mulai dari akomodasi dan konsumsi sama dengan yang diterima jemaah gelombang satu sebelumnya.

"Fasilitas yang akan didapatkan oleh jemaah gelombang kedua ketika di Madinah itu juga sama baiknya dengan jemaah gelombang pertama," tegas Hilman. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel