Momen Haru Jemaah Haji kala Bisa Kembali Sentuh Ka'bah & Mencium Hajar Aswad

Merdeka.com - Merdeka.com - Setelah hampir dua setengah tahun, barier atau pagar yang membatasi area sekitar Ka'bah, Masjidil Haram dilepas petugas. Kabar bahagia ini disambut suka cita jemaah haji dari berbagai penjuru dunia.

Video pelepasan barier ramai diinformasikan media nasional setempat. Termasuk sosial media. Pembatas berwarna putih itu dilepas pada Selasa (2/8) lalu pukl 22.50 WAS.

Sebelumnya, area Ka'bah memang tak diberikan pembatas apapun. Setiap jemaah yang melakukan tawaf, bisa berada sangat dekat dengan Ka'bah, mengusap bagian dinding dan menyentuh bagian bawah Kiswah. Tak hanya itu, jemaah juga bisa mencium Hajar Aswad.

Tetapi, kondisi tersebut berubah kala pandemi Covid-19 melanda banyak negara. Termasuk di Arab Saudi. Atas pertimbangan kesehatan dan sejumlah hal, area Ka'bah diberikan pembatas.

Jika dihitung, lebih kurang 2,5 tahun lamanya jemaah tidak bisa mendekat dengan Ka'bah termasuk mencium Hajar Aswad. Area pembatas tampak dijaga sejumlah petugas keamanan atau Askar. Jemaah hanya bisa melambai dari kejauhan. Kondisi serupa masih terjadi di awal musim haji tahun ini.

Tetapi kini, jemaah yang mayoritas dipadati mereka yang menjalankan umrah boleh berlega hati. Kiblat umat muslim di seluruh dunia tak lagi berjarak. Umat muslim yang berada di Makkah menyambut suka cita kabar baik itu.

Berbondong-bondong jemaah dari berbagai dunia yang melakukan tawaf dan menikmati begitu dekatnya Ka'bah.

jemaah haji kembali sentuh kabah dan mencium hajar aswad
jemaah haji kembali sentuh kabah dan mencium hajar aswad

©2022 Merdeka.com

Pantauan tim Media Center Haji (MCH) 2022 di Makkah, Rabu (3/8), jemaah berupaya lebih dekat dengan Ka'bah sembari melakukan tawaf. Bahkan ratusan orang sengaja mengantre di depan Hajar Aswad. Ada pula yang mencoba melakukan salat di area Hijr Ismail sehingga diatur ketat oleh petugas.

Terlihat bagaimana kerinduan umat muslim setelah dua tahun tidak bisa mendekat dengan Ka'bah. Air mata tak dapat terbendung. Begitupun lantunan doa. Tiada maupun terhenti dipanjatkan. Sungguh haru. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel