Momen Haru Warga Binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo Rayakan Maulid Nabi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Gorontalo - Euforia perayaan Maulid Nabi Muhammad di Provinsi Gorontalo hingga kini masih terasa. Kali ini, ada sekitar 500 warga binaan beserta petugas Lapas Kelas IIA Gorontalo padati perayaan Maulid Nabi yang digelar di selasar Masjid At-Taubah yang ada di dalam Lapas, Rabu (3/11/2021).

Sejak pukul 06.30 Wita, terlihat antusias ratusan warga Binaan mulai memadati selasar masjid. Terdapat 12 tolanga besar dan 6 toyopo yang turut dipamerkan dalam perayaan tersebut.

Tolangga dan Toyopo merupakan wadah berbentuk menara mini yang di dalamnya terdapat berbagai jenis makanan. Selain Tolangga dan Toyopo, juga terdapat berbagai jenis kue khas Gorontalo yang digantung pada menara mini.

Setelah doa dan cerah selesai, seluruh warga binaan dan petugas tumpah ruah berebut sajian kue yang ditampilkan pada tolangga dan toyopo. Ekspresi canda tawa bercampur menjadi satu dalam perayaan maulid itu.

Air mata mereka seakan tak terbendung, rasa haru terpancar dari wajah para warga binaan. Luapan kebahagiaan dan rasa syukur pun seketika terlihat dari para warga binaan ketika saling berebut kue di momen itu.

Bagaikan Rumah Sendiri

Kurang Lebih 500 warga binaan beserta petugas Lapas Kelas IIA Gorontalo padati perayaan maulid nabi yang digelar di selasar Masjid At-Taubah (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Kurang Lebih 500 warga binaan beserta petugas Lapas Kelas IIA Gorontalo padati perayaan maulid nabi yang digelar di selasar Masjid At-Taubah (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Mereka mengaku, dengan perayaan maulid ini, warga binaan bisa merasakan seperti berada di dunia luar. Sekat jeruji besi seketika tak terasa kala momentum maulid itu digelar.

"Kami merasa seperti di rumah sendiri. Dengan begitu, kami merasa betah meski masih menjalani hukuman," kata Tutun salah satu warga Binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo.

Sementara, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo Ignatius Gunaidi mengatakan, festival itu merupakan kegiatan pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Kegiatan seperti itu selalu digalakkan dan didukung sepanjang pelaksanaannya kondusif, aman, dan terkendali.

"Saya secara pribadi sangat senang, dan momen kegiatan ini sangat berkesan karena saya dapat menyaksikan secara langsung kegembiraan warga binaan," kata Ignatius.

Selain itu, lanjut Ignatius, tahun kemarin dari pihak lapas tidak menggelar kegiatan ini karena awal pandemi Covid-19 yang merebak. Ucapan terima kasih juga disampaikan pada semua pihak atas suksesnya kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan festival walimah ini," dia menandaskan.

Simak juga video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel