Momen Idulfitri, Zulkifli Hasan Minta Hentikan Penggunaan Diksi Cebong Kampret

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Ketua DPR, Zulkifli Hasan meminta masyarakat mengakhiri sikap saling sindir menggunakan diksi cebong kampret. Hal ini diutarakan usai melaksanakan ibadah salat Idulfitri di Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/5).

"Mari saling menyayangi, mencintai narasi-narasi kasih sayang, narasi-narasi saling menghargai, cebong-kampret akhiri. Kita keluarga besar NKRI. Saya kira gitu," kata Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas.

Pada kesempatan salat Id di JIS, Ketua Umum PAN mengapresiasi kinerja Anies dalam memimpin Jakarta. Dia merujuk pembangunan JIS sebagai bukti kerja dan komitmen Anies membangun stadion untuk klub sepakbola Persija. Menurutnya, capaian ini patut mendapatkan apresiasi.

"Pak Anies juga perlu kita apresiasi. Banyak prestasinya, di antaranya JIS ini," imbuhnya.

Sementara itu, pejabat yang hadir dalam salat Id di JIS pada hari ini yaitu Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik dan Zita Anjani, Anggota DPR Ahmad Sahroni, dan Wakil Ketua DPR Zulkifli Hasan.

Drone Emprit melakukan survei tren penggunaan istilah Cebong, Kampret, BuzzeRp dan Kadrun sejak Pilpres 2019 hingga 2022 di media sosial. Total percakapan dengan istilah-istilah tersebut sejak 1 Juli 2015 untuk semua panggilan sebanyak 14,249,458 mention di twitter.

Istilah Cebong seringkali diasosiasikan sebagai pendukung Presiden Joko Widodo pada Mei 2015. Sementara, Kampret merujuk pada pendukung Prabowo digunakan sejak Oktober 2015.

Kemudian, ada istilah Kadrun atau kependekan dari Kadal Gurun. Istilah kadrun banyak dipakai untuk merujuk pihak kontra terhadap Jokowi. Terakhir ada istilah BuzzeRp atau pendengung. Mereka biasanya berasal dari kalangan oposisi dan aktivis.

"Total untuk setiap panggilan: cebong 4,67 juta, kadrun 4,33 juta, kampret 3,94 juta, buzzeRp 943 ribu, buzzerRp 352 ribu," kata Founder of Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi dikutip merdeka.com, Senin (18/4).

Ismail mengungkapkan, istilah Cebong dan Kampret telah muncul lebih awal dibandingkan Kadrun (kadal gurun) dan BuzzeRp. Perang cebong kampret di media sosial terjadi pada April 2019 lalu.

"Puncak panggilan "cebong" dan "kampret" tertinggi terjadi pada bulan April 2019, yaitu saat Pilpres 2019," papar Ismail.

Drone merekam tren popularitas istilah-istilah tersebut selama satu tahun terakhir. Ismail menemukan, terjadi penurunan panggilan cebong-kampret di media sosial.

Kemudian muncul panggilan baru, yaitu kadrun pada akhir 2019, yang diikuti dengan panggilan "buzzeRp" dan variasinya "buzzerRp yang menjadi lebih populer. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel