Momen Istri & Anak Memohon hingga Menangis Minta Jujur jadi Titik Terendah Bripka RR

Merdeka.com - Merdeka.com - Dipertemukan dengan sang istri dan anak-anaknya, jadi momen titik balik Ricky Rizal alias Bripka RR akhirnya mengatakan seluruhnya apa yang dia ketahui terkait insiden kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal tersebut sebagaimana dibenarkan oleh Tim Kuasa Hukum Bripka RR, Zena Dinda Defega bahwa kliennya tersebut telah merubah keterangan atas insiden penembakan Brigadir J yang di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7).

"Keluarga menangis dan meminta harus jujur," ujar Zena di Bareskrim Polri, Selasa (13/9).

Sang istri juga meminta kepada Bripka RR untuk membongkar apa yang sebenarnya terjadi, ketika dipertemukan di Rutan Bareskrim Polri. Dengan mengingatkan keluarga dan anaknya yang masih kecil jadi titik sadarnya Bripka RR.

"Ingat keluarga, masih ada keluarga, anak-anaknya juga masih kecil dan meminta Brigadir RR untuk terus terang karena masih ada keluarga yang dia miliki," kata Zena Dinda.

"Ada tiga, kembar usia tujuh tahun, setengah tahun," tutur Zena Dinda.

Bripka Ricky merupakan satu dari lima tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Dimana dia dalam kasus ini diduga turut terlibat dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Semula, mantan ajudan Ferdy Sambo itu menuruti semua skenario atasannya tentang Brigadir J yang meninggal dalam baku tembak dengan Richard Eliezer alias Bharada E.

Skenario Ferdy Sambo

Skenario pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat terbongkar. Satu per satu aktor di balik pencabut nyawa Brigadir J terungkap. Didalangi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Jenderal polisi bintang dua tersebut menjadi tersangka anyar pembunuhan Brigadir J.

Penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka setelah tim khusus (timsus) Polri melakukan pemeriksaan maraton sejak kasus kematian Brigadir J mencuat ke publik pertengahan 11 Juli 2022 lalu.

Dalam keterangan awal polisi disebutkan bahwa kematian Brigadir J akibat baku tembak dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, salah satu ajudan Ferdy Sambo. Baku tembak dipicu dugaan pelecehan dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, oleh Brigadir J. Insiden itu terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) lalu.

Dari hasil penyelidikan dilakukan Timsus Polri dipastikan tidak ada peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E. Fakta yang terungkap adanya rekayasa dilakukan Ferdy Sambo. Mantan Kadiv Propam itu yang menskenariokan peristiwa seolah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya. Selain itu, Ferdy Sambo juga memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Penembakan menggunakan senjata Brigadir Ricky Rizal (RR).

Bharada E berperan mengeksekusi Brigadir J sesuai perintah Ferdy Sambo. Sedangkan Brigadir RR turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

Sejauh ini tercatat Tim Khusus Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah, Bharada E, Kuwat bersama, Brigadir RR, dan Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan dengan pasal pembunuhan berencana. [rhm]