Momen Jokowi dan Megawati Berbincang di Istana

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Presiden RI ke-5 sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6). Momen itu terlihat sebelum Jokowi melantik pejabat BPIP.

Sebelum melantik Dewan Pengarah, Kepala, dan Wakil Kepala BPIP, Jokowi dan Megawati duduk bersama di ruang tunggu Istana.

Kepala negara terlihat mengenakan setelan jas dan peci hitam. Megawati terlihat mengenakan kain dan rok berwarna merah sambil membawa tongkat.

Saat keduanya berbincang, wajah Jokowi dan Megawati cukup serius. Jokowi juga sempat mengacungkan dua jari di depan Megawati.

Usai mereka bertemu, Jokowi dan Megawati terlihat ditemani Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Terlihat pula Wapres RI ke-6 Try Sutrisno.

Sebelumnya, Politisi PDIP Junimart Girsang menjawab rumor renggangnya hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Ketumnya Megawati Soekarnoputri. Dia menyebut, sebagai seorang kader PDIP, Jokowi tidak boleh renggang dengan Megawati.

"Pak Jokowi kan kader PDIP. Jadi kalau bicara hubungan sebagai kader, kan gitu komunikasi sebagai kader bagaimana meminta arahan kepada ketum," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/6).

"Bagaimana seorang kader minta arahan ke DPP, kan begitu jadi kalau disebutkan renggang atau tidak renggang ya sebagai kader tidak boleh renggang," ujarnya.

Junimart menyebut, jika hubungan kader menjadi renggang maka partai akan melawan atau mengambil satu sikap. Partai akan mengingatkan, bahkan memecat .

"Dan kita punya AD/ART. Jadi jangan dibenturkan antara Pak Jokowi dengan partai dengan ibu megawati jangan begitu dong kita kan gamau terprovokasi. Ini kan sudah semi tahun politik," ujarnya.

"Tahun depan sudah murni tahun politik dan sekarang orang sudah mulai masuk dan kalau sebutkan hubungan sebagai kader tentu baik baik saja hubungannya. Tunduk kepada AD/ART itu penting dipahami," kata Junimart.

Menurutnya, mengenai sejumlah agenda Jokowi yang tidak dihadiri Megawati, adalah persoalan jadwal masing-masing saja. Dia tak ingin langsung disimpulkan sebagai hal negatif.

"Kita gatau bagaimana komunikasi bu ketum dan para kadernya. Bagaimana komunikasi bu ketum dan saya misalnya kan orang gatau. Ada off the record ada bisa buka dikit dan ada buka semua dan semua yang disampaikan kader adalah pendapat kader masing-masing," ujarnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel