Momentum halal bihalal, "pesapon" di Bogor kehilangan sosok Ade Yasin

Para petugas kebersihan (pesapon) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengaku kehilangan sosok Ade Yasin, Bupati Bogor nonaktif pada momen halal bihalal saat hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran 1443 Hijriah.

"Saya lagi 'nungguin' Ibu Bupati. Kalau habis Lebaran kita selalu dikumpulkan, diajak ngobrol, bahkan suka diberi bantuan. Saat anak saya lagi sakit, juga Ibu suka ngasih (bantuan)," kata salah satu pesapon, Salma saat ditemui di pendopo atau rumah dinas bupati, di Kompleks Pemkab Bogor, Cibinong, Senin.

Aktivitas di area rumah dinas bupati sendiri tampak sepi. Selain ada pesapon yang sedang bersih-bersih, hanya terlihat beberapa petugas Satpol PP melakukan pengamanan.

Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran karena biasanya Ade Yasin selalu mengumpulkan "pesapon" di halaman rumah dinas untuk sekedar berbagai cerita dan memberi bantuan.

Salma berharap, Ade Yasin dapat dengan tabah dan kuat melalui seluruh perkara yang sedang menjeratnya setelah dijemput petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinasnya pada Rabu (27/4) dini hari.

"Kita doain aja semoga ibu selalu sehat dan dilancarkan urusannya," kata Salma.

Para "pesapon" di pendopo atau rumah dinas bupati, Kompleks Pemkab, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/5/2022). (FOTO ANTARA/M Fikri Setiawan)
Para "pesapon" di pendopo atau rumah dinas bupati, Kompleks Pemkab, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/5/2022). (FOTO ANTARA/M Fikri Setiawan)

"Pesapon" lainnya, Yaman mengaku sedih ketika mengetahui Ade Yasin berurusan dengan institusi KPK. ia menganggap Ade Yasin sebagai sosok yang baik hati.

"Kalau setiap pagi itu, saat akan berangkat kerja Ibu (Ade Yasin) tidak pernah lupa suka menyapa saya. Saya bahkan selalu bantu 'nyuciin' (mencuci) mobil Ibu. Harapan saya semoga Ibu bebas karena saya yakin Ibu orang baik," kata Yaman.

Sebelumnya, pada akhir tahun 2019 Ade Yasin dihadiahi ibu-ibu "pesapon" setelah resmi menaikkan upah mereka di Kabupaten Bogor.

Saat itu, menurutnya, sudah sejak sembilan tahun silam upah pesapon yang merupakan mitra Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor tidak mengalami kenaikan. Kemudian, ia menaikkan upah yang semula Rp40 ribu per hari menjadi Rp50 ribu per hari.

Di waktu yang bersamaan, Ade Yasin juga menaikkan tunjangan kesehatan sebesar Rp100 ribu, dari semula Rp250 ribu, menjadi Rp350 ribu per bulan.

"Sebagai ungkapan rasa terimakasih dan apresiasi saya bagi para pesapon. Untuk warga Kabupaten Bogor, hargailah hasil kerja para pesapon dengan tidak membuang sampah sembarangan," kata Ade Yasin kala itu.


Baca juga: Naikkan upah pesapon, Bupati Bogor dapat hadiah pelukan

Baca juga: Tirta Kahuripan siagakan 11 mobil tanki air bersih saat libur Lebaran

Baca juga: 145 Petugas Kebersihan Bogor Dapat Kacamata Gratis

Baca juga: Buang sampah sembarangan kena denda Rp50 juta di Kabupaten Bogor

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel