Moms, Ini Cara Perhatikan Asupan Gizi dan Pola Hidup Sehat Saat Hamil

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kesadaran ibu hamil di Indonesia akan asupan gizi selama masa kehamilan masih tergolong rendah. Padahal, masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun merupakan periode yang sangat membutuhkan perhatian khusus dalam rangka tumbuh kembang anak.

Sayangnya, masih banyak calon ibu yang kurang menyadari hal tersebut.

Menurut data dari WHO, sebanyak 177 orang ibu di Indonesia mengalami risiko kematian dari 100.000 kelahiran pada tahun 2017. Sedangkan di tahun 2015, sebanyak 13,2 persen bayi lahir dalam keadaan meninggal pada tiap 1.000 kelahiran.

Data yang sama menyebutkan, pada 2018, 12,7 persen dari 1.000 bayi yang lahir meninggal dalam masa neonatus atau neonatal. Ada pun angka kematian balita pada tahun 2018 tercatat sebesar 25 persen per 1.000 kelahiran.

Angka risiko kematian tersebut dapat ditekan jika para calon ibu tidak alpa memperhatikan asupan gizi dan pola hidup sehat selama masa kehamilan.

Hal itulah yang membuat Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) membangun dan mengembangkan sebuah aplikasi gim interaktif bernama Kimo, melalui program kerja sama perbaikan gizi masyarakat Kementerian Kesehatan. Mereka juga menggandeng PT Agate International (Agate) dan SALIENT.

“Banyak yang tidak menyadari bahwa masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun atau 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak," ujar dr. Agnes Mallipu, Acting Country Representative dari GAIN di Indonesia dalam keterangannya, Rabu, 14 Juli 2021.

Menurutnya, program kerja sama ini dilakukan demi meningkatkan status gizi masyarakat yang dilaksanakan sejak tahun 2017, di antaranya adalah program perbaikan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Pemberlakuan protokol kesehatan pada masa pandemi COVID-19 menyebabkan beberapa kegiatan edukatif-interaktif untuk ibu hamil dan ibu dengan anak bawah dua tahun (BADUTA) seperti modul Emo Demo di Posyandu tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka.

"Sebagai respons terhadap situasi ini, kami berinisiatif menciptakan gim interaktif berbasis Android untuk tetap dapat menjangkau kaum ibu dalam memberikan informasi dan pemicu perubahan perilaku agar selalu menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan bergizi selama masa kehamilan, terlebih di masa pandemi ini," jelas dr. Agnes.

Gim ini bertujuan meningkatkan kesadaran sekaligus menstimulasi perubahan perilaku hidup sehat calon ibu agar lebih memperhatikan asupan gizi dan kesehatan selama masa kehamilan. Hal ini karena gim tersebut memiliki petunjuk dan informasi terkini tentang gizi.

Bahkan, kebiasaan konsultasi atau interaksi tatap muka yang kini terhalang oleh pandemi dapat teratasi lewat gim interaktif satu ini.

Nama Kimo sendiri merupakan akronim dari kids and mom. Gim ini dikembangkan dengan pendekatan Self-determination Theory yang bisa memotivasi ibu hamil untuk melakukan kebiasaan hidup sehat yang baru. Teori ini diadaptasi menjadi modul-modul dalam aplikasi KIMO.

Dengan memainkan gim yang sangat user friendly ini, para calon ibu secara sukarela meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya pola hidup sehat dan memperhatikan asupan gizi demi si buah hati.

Aplikasi ini dikemas dalam bahasa yang populer serta ilustrasi visual yang menarik, sehingga sangat mudah diikuti oleh para calon ibu dari semua kalangan.

Tidak hanya itu, gim ini dilengkapi dengan fitur pengingat dan jurnal untuk mencatat setiap momen berharga ibu dan anak. Para pengguna juga bisa memberi masukan untuk pengembangan aplikasi ini ke depannya.

Uji coba aplikasi tersebut diharapkan dapat bermanfaat untuk membantu memberikan informasi dan memicu perubahan perilaku ibu hamil untuk memperhatikan diri sendiri selama kehamilan, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Sementara itu, produser gim Kimo, Tedy Ardyan, berharap aplikasi gim interaktif ini dapat memberikan pembekalan bagi ibu hamil atau pun ibu dengan anak. Dengan begitu, pada calon ibu dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan bahagia. Selain itu, ibu dengan anak juga dapat mengasuh buah hatinya dengan baik.

Menurut Tedy, kehadiran buah hati bukan hanya tentang kelahiran seorang bayi, namun juga sebuah proses pembelajaran bagi ibu dan ayah yang pasti ingin melihat anaknya tumbuh sehat, cerdas, bahagia, dan tercukupi gizinya.

"Melalui gim KIMO, kami berharap bisa membantu pembekalan para calon orang tua di seluruh Indonesia, terutama ibu dan calon ibu, untuk dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan bahagia, serta membantu mendampingi orang tua secara virtual agar dapat mengasuh anak dengan baik hingga usia dua tahun,” ucapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel